Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Pasaman Barat Operasikan Pabrik Es

Rabu, 13 Januari 2016 22:14 WIB
Image Print

Simpang Ampek, (AntaraSumbar) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mulai mengoperasikan pabrik es untuk kebutuhan nelayan di daerah itu.

"Pabrik es ini sudah dibangun sejak 2013 dan baru kita operasikan 2016 ini. Mudah-mudahan nanti bisa membantu masyarakat," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pasaman Barat, Nazuhairi di Simpang Ampek, Rabu.

Ia mengatakan untuk tahap awal pabrik es yang berada di lokasi Balai Benih Ikan (BBI) itu saat ini baru menghasilkan 308 batang es setiap dua hari.

"Es ini akan dijual kepada nelayan engan harga di bawah harga standar sehingga bisa membantu para nelayan nantinya,"ujarnya.

Menurutnya, harga yang akan dilempar kemasyarakat masih menunggu peraturan bupati berapa kelayakan harga yang akan diberikan kemasyarakat.

"Peraturan bupati (perbup) itu saat ini masih dalam proses. Tentunya harga yang akan dilempar kemasyarakat di bawah harga pasar," sebutnya.

Untuk saat ini harga satu blok es di pasaran mencapai Rp30 ribu per batang. Dengan adanya es dari Pemkab dengan harga di bawah harga pasar maka akan sangat membantu masyarakat.

Ia menilai Pasaman Barat membutuhkan investor untuk membangun pabrik es guna memenuhi kebutuhan bahan baku pengawet ikan di daerah itu.

"Kita butuh investor untuk menanamkan modalnya membangun pabrik es di Pasaman Barat. Selama ini nelayan mendatangkan es batangan dari luar daerah seperti dari Padang, Pariaman, dan Madina," sebutnya.

Ia menjelaskan es batangan yang didatangakan dari luar daerah menimbulkan biaya produksi cukup tinggi sehingga memberatkan nelayan yang masih banyak menyandang status miskin.

Pasaman Barat termasuk pemasok ikan laut terbesar kota dan kabupaten di Sumbar. Ikan dikirim ke pasar di kota-kota di Sumatera, bahkan tujuan ekspor ke Malaysia dan Singapura.

Berdasarkan data terakhir produksi ikan di Pasaman Barat mencapai 153.408,22 ton per tahun. Tentu sangat membutuhkan es batangan sebagai pengawet,ujarnya.

Ia menyebutkan es batangan dipasok dari Kota Padang atau berjarak 275 kilometer ke Simpang Ampek, Ibu Kabupaten Pasaman Barat dengan harganya antara Rp25.000- Rp30.000 per batang.

Harga es batangan itu tergolong tinggi dan ini cukup menyulitkan bagi nelayan memasarkan ikannya. Bahkan, cukup banyak ikan nelayan tidak diberi es akibatnya harga mutu rendah sehingga harga jual anjlok.

Pihaknya membuka pintu kepada investor yang ingin menanamkan modalnya membangun pabrik es di Pasaman Barat.

Sebab, permintaan es di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Air Bangis dan Sasak semakin hari semakin meningkat. Sementara jika didatangkan dari luar daerah biaya nelayan meningkat.

"Kebutuhan es di Pasaman Barat mencapai 60 ton per hari. Jika ada pabrik es maka nelayan akan mudah memperoleh es dengan harga yang tidak setinggi jika didatangkan dari luar daerah," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026