Logo Header Antaranews Sumbar

UPT-Konservasi Pariaman Menginkubasi 20.495 Telur Penyu

Senin, 11 Januari 2016 20:02 WIB
Image Print

Pariaman, (AntaraSumbar) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu Kota Pariaman telah menginkubasi sebanyak 20.495 butir telur penyu selama 2015.

"Dari jumlah tersebut tidak semuanya yang berhasil menetas, hanya 12.766 butir telur yang berhasil ditetaskan dan telah dilepas ke laut bebas," kata Kepala UPT Konservasi Penyu Pariaman, Citrha Aditur Bahri di Pariaman, Senin.

Ia mengatakan dari jumlah tersebut masih ada sekitar 800 butir telur lagi yang masih dalam proses inkubasi di UPT itu yang diperkirakan dalam waktu dekat akan menetas.

Jika dibandingkan pada 2014 produksi telur penyu sedikit mengalami penurunan, dimana pada 2014 tercatat 22.748 butir telur yang diingkubasi dan menetas sebanyak 17.789.

Selama periode 2015 kurang lebih 20.026 butir telur merupakan hasil penyerahan oleh masyarakat kepada pemerintah setempat yang nantinya diganti Rp3.000 per butirnya.

"Selain melakukan monitoring ke lapangan, telur penyu dari masyarakat juga kita beli per butirnya Rp3000," ujarnya.

Ia membenarkan tidak semua telur penyu dapat menetas seperti biasaya, diantaranya ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan telur penyu tidak berhasil ditetaskan meskipun sudah melalui proses inkubasi.

Diantaranya disebabkan oleh rentan waktu penyerahan telur penyu oleh masyarakat kepada petugas UPT terlalu lama sehingga ada bagian sel plasenta yang terputus dan mengakibatkan telur gagal ditetaskan.

"Batas maksimal telur diangkat dari sarangnya kurang lebih hanya enam jam, lewat dari itu kemungkinan berhasil menetas cukup tipis," ucap dia.

Selain itu metode atau cara pengangkatan dan pembawaan yang dilakukan oleh masyarakat juga turut mempengaruhi. Telur penyu saat diambil dari sarangnya, telur penyu tidak boleh dicuci dengan air laut karena dapat merusak bagian dalam telur.

"Selain tidak boleh terkena air garam, pada umumnya masyarakat saat membawa telur penyu juga tidak memperhatikan sehingga telur mengalami goncangan saat dibawa," jelasnya.

Sementara itu salah seorang staf konservasi penyu setempat, Adrian Syahputra mengatakan biasanya setiap tahun akan ada kegagalan proses inkubasi secara total.

"Pada 2015 tercatat ada tiga kali proses inkubasi yang gagal yang menyebabkan kurang lebih 239 telur penyu tidak berhasil ditetaskan," kata dia.

Pihak konservasi penyu sendiri hingga saat ini belum mengetahui secara pasti penyebab kegagalan secara total dari proses ingkubasi yang dilakukan tersebut. (cpw)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026