
UPT-Konservasi Pariaman Inkubasi 18 Ribu Telur Penyu

Kepala UPT Konservasi Penyu Pariaman, Citrha Aditur Bahri di Pariaman, Selasa, mengatakan dari 18 ribu butir telur tersebut diperkirakan hanya sekitar 1000 telur lagi yang belum menetas.
"17 ribu butir telur telah selesai diinkubasi, dan anak tukik tersebut telah dilepas ke laut bebas, tinggal sekitar 1000 butir lagi yang belum menetas," kata dia.
Dikatakan pada 2014 UPT Konservasi Penyu setempat menginkubasi sebanyak 23 ribu butir telur penyu yang diperoleh di sekitar perairan laut kota itu.
Dibandingkan tahun sebelumnya, tahun ini telur penyu sedikit mengalami penurunan, namun masih ada tersisa waktu kurang lebih satu bulan lagi untuk memperoleh telur penyu dari perairan daerah tersebut.
"Kita perkirakan pada Desember 2015 telur penyu akan diperoleh di sejumlah titik, termasuk dari beberapa pulau kecil di kota itu," ucap dia.
Ia menjelaskan selama kurun satu bulan, diperkirakan penyu bisa bertelur satu hingga dua kali, setiap tumpukan sarang penyu tersebut bisa mencapai 60 hingga 130 butir telur penyu.
Selain itu banyak atau tidaknya jumlah telur penyu untuk satu kali masa bertelur juga tergantung umur dan jenis penyu tersebut.
"Jika umur penyu semakin tua, maka telur yang dihasilkan juga akan semakin banyak pula," tambahnya.
Ia mengimbau masyarakat agar turut menjaga dan melestarikan hewan yang termasuk dilindungi negara tersebut. Jika ada masyarakat yang menemukan telur penyu diharapkan untuk mengantarkanya ke UPT Konservasi Penyu setempat.
"Nantinya masyarakat yang menemukan akan dibayar, untuk satu butirnya diganti Rp3.000," tuturnya.
Selain itu bagi masyarakat yang dengan sengaja menjual dan memperdagangkan telur penyu akan dijerat dengan Undang-Undang No 5 tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam (SDA) hayati dan ekosistem.
Terpisah Tomi Syamsuar (35) salah seorang masyarakat pecinta alam bawah laut, mengatakan langkah yang dilakukan oleh UPT Konservasi Penyu patut diapresiasi dalam menjaga dan melindungi hewan langka tersebut.
"Tentunya harus kita apresiasi para pengelola UPT Konservasi Penyu yang selalu berkomitmen menjaga dan melestarikan hewan langka seperti penyu," kata dia.
Ia menilai kelestarian hewan langka tersebut harus tetap dijaga agar tidak punah, selain itu pemerintah setempat juga harus terus mempunyai komitmen untuk melestarikan hewan langka itu.
Untuk wilayah Sumatera Barat sendiri, UPT Konservasi Penyu tidak banyak, salah satunya berada di Kota Pariaman. (*)
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
