Logo Header Antaranews Sumbar

Transmigrasi Korban Erupsi Merapi Gagal Dilaksanakan 2012

Kamis, 17 Januari 2013 06:32 WIB
Image Print
Ilustrasi lokasi transmigrasi. (ANTARA)

Sarilamak, (ANTARA) - Program transmigrasi bagi 100 kepala keluarga korban erupsi Merapi Jogyakarta dan korban gempa Sumbar 2009 ke Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat pada tahun 2012 gagal dilaksanakan. Sekretaris Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Limapuluh Kota, Saiful, Kamis mengakui hal tersebut dan menambahkan sarana prasarana pendukung di daerah yang digunakan untuk transmigrasi belum selesai dikerjakan. Hingga akhir tahun 2012, pengerjaan sarana prasarana tersebut baru mencapai sekitar 13 persen. "Rencana awal, 100 KK peserta program transmigrasi tersebut bisa menempati tempat yang telah disediakan untuk mereka pada akhir Desember 2012, tetapi karena pengerjaan sarana prasarana belum maksimal, rencana awal itu gagal," kata dia. Saiful mengatakan, peserta program transmigrasi itu kemungkinan baru akan bisa pindah ke Galugua pada November 2013. Kabid Transmigrasi Disnakertrans Limapuluh Kota, Sukemi mengatakan, kendala yang dihadapi dalam program transmigrasi tersebut adalah kegiatan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) pada lokasi yang sama dengan lokasi transmigrasi dan faktor cuaca buruk pada akhir tahun 2012. "Lokasi transmigrasi ini adalah areal hutan yang telah dibebaskan oleh Kementerian kehutanan. Besar lahan mencapai 400 Ha. Pada kesempatan yang sama, kegiatan IPK juga dilaksanakan di lokasi itu," kata dia. Menurutnya, program transmigrasi berkaitan erat dengan kegiatan IPK. " Kita baru bisa bekerja setelah lokasi dibuka dengan kegiatan IPK," kata dia. Dia mengatakan, kegiatan IPK tersebut hingga saat ini berjalan lamban. Akibatnya, program transmigrasi juga ikut berjalan lamban. "Serapan anggaran untuk pembangunan daerah transmigrasi Galugua tahun 2012 hanya 13 persen dari total anggaran Rp5,7 miliar. Anggaran itu untuk pembangunan sarana umum di lokasi transmigrasi seperti jalan lingkungan, gudang unit dan balai desa," terang dia. Menurutnya, sisa anggaran yang tidak terpakai kembali ke APBN dan akan dianggarkan kembali pada tahun 2013. Namun Sukemi mengaku belum mengetahui besar anggaran untuk program transmigrasi Galugua pada tahun 2013. "Kita berharap akan sama banyak dengan tahun 2012," kata dia. (**/mko/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026