
Menteri Desa Luncurkan Kapal Bantuan
Senin, 21 Desember 2015 17:48 WIB

Jakarta, (AntaraSumbar) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Marwan Jafar, meluncurkan sebanyak 55 kapal bantuan yang diperuntukkan bagi 48 kabupaten yang berada di kawasan pulau terpencil dan terluar, di Jakarta, Senin.
"Kapal bantuan ini untuk meningkatkan ketersambungan di daerah-daerah terpencil. Sehingga masyarakat dapat melakukan banyak hal termasuk aktivitas perekonomian yang dapat mengurangi kesenjangan antarwilayah," ujar Menteri Marwan usai meluncurkan kapal bantuan di Geladak Kapal PT Proskuneo Kadarusman itu.
Marwan mengatakan kapal bantuan itu merupakan bentuk realisasi tol laut yang menjadi program pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla.
"Bisa kami katakan kapal bantuan ini sebagai tol laut skala kecil lah secara simbolis. Sebagaimana yang kita tahu bahwa tol laut merupakan program strategis pemerintah Jokowi-JK. Nanti saya harap dapat banyak membantu masyarakat," jelas dia.
Menteri kelahiran Pati Jawa Tengah ini menyerahkan langsung 50 kapal bantuan yang terdiri atas kapal dengan kapasitas 20 penumpang, kapal kapasitas 50 penumpang, dan kapal barang (kargo) kepada sejumlah kepala daerah.
"Ke depan, kapal bantuan yang akan diberikan akan semakin bertambah," jelas dia.
Dia berharap kapal itu dapat bermanfaat untuk mengurangi kesenjangan wilayah di daerah terpencil dan pulau terluar, serta melancarkan proses pertukaran barang dan jasa antarwilayah.
Sementara itu, Bupati Muna Barat, Laode M Rajun Tumada mengaku sangat berterima kasih telah mendapatkan bantuan satu kapal penumpang dan satu kapal barang. Menurut Rajun bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Buton Selatan yang mempunyai 36 pulau kecil.
"Baru kali ini mendapatkan bantuan, untuk kami ada 36 pulau kecil jadi secara otomatis sangat bermanfaat sekali," kata Rajun.
Selama ini, untuk menghubungkan satu pulau dengan pulau yang lain masyarakat Muna Barat lebih banyak menggunakan alat transportasi personal.
"Setiap pulau ada kurang lebih 500-1.000 jiwa dan selama ini masih menggunakan alat transportasi tradisional, dengan bantuan ini diharapkan bisa meningkatkan potensi yang ada di pulau-pulau kecil," kata Rajun. (*)
Pewarta: Indriani
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
