
Pakar: Sumbar Agar Maksimalkan Pengembangan Perikanan Budidaya

"Pemerintah jangan setengah-setengah dalam mengembangkan perikanan budidaya, tuntaskan per satu daerah, jangan sekaligus agar pengembangannya maksimal," kata dia di Padang, Kamis.
Ia mengatakan tiga daerah di Sumbar memiliki potensi besar dalam perikanan budidaya yaitu Pesisir Selatan, Pasaman Barat dan Kepulauan Mentawai.
"Jika terdapat anggaran untuk perikanan budidaya itu, baik pemerintah provinsi atau kabupaten/kota tidak perlu membagi sama rata untuk tiga daerah itu, karena dapat berakibat tidak maksimalnya pemberdayaan dan akan sia-sia," jelas dia.
Untuk pemberdayaan budidaya kerapu di Pesisir Selatan khususnya daerah Mandeh, pemerintah harus membuat tata ruang yang tepat agar dapat membedakan daerah wisata dan budidaya," kata dia.
Hal ini diperlukan agar kerapu yang dibudidayakan tidak tercemar dan keracunan akibat zat zat kimia atau sampah yang ada dalam kawasan wisata Mandeh.
Sedangkan pemberdayaan perikanan budidaya di Pasaman Barat ialah dilaksanakan di Air Bangis karena terdapat potensi besar kerapu, lopster dan kepiting bakau yang cocok dijadikan produk ekspor.
Ia mengatakan pasar lebih memilih kerapu hidup dibanding mati karena dianggap belum terkontaminasi oleh zat berbahaya termasuk formalin dan dapat dijual seharga Rp450.000 per kilogram dibanding yang mati hanya laku Rp40.000 per kilogram.
"Sedangkan di daerah Kepulauan Mentawai, perikanan budidaya difokuskan di Teluk Paturai dengan potensi kerapu dan kerang mutiara," ujar dia.
Ia mengatakan pemerintah bertugas mendorong masyarakat dengan modal serta teknologi dan setiap daerah perlu diberikan penyuluhan dan ilmu yang cukup sebelum penanganan budidaya dilakukan lebih mendalam.
Sementara terkait perikanan budidaya itu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus mendorong masyarakat untuk memiliki usaha budi daya ikan terutama lele khususnya di Koto Baru, Nagari Kubang Putiah, Kabupaten Agam guna meningkatkan perekonomian mereka.
"Salah satu cara yang dilakukan ialah memberikan pelatihan bagaimana cara budi daya ikan yang baik," kata Kepala DKP Sumbar Yosmeri.
Ia mengatakan dengan memfasilitasi masyarakat untuk melakukan pelatihan tentang cara mengolah ikan budidaya untuk dijadikan produk seperti lele kering dan lele asap, hal ini juga meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. (*)
Pewarta: Vicha Faradhika
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
