
Launching demplot perikanan Milenial, Bupati Welly Suhery ajak generasi muda kuasai budidaya perikanan

Lubuk Sikaping (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman meluncurkan demplot perikanan milenial di Nagari Tanjung Beringin Utara, Kecamatan Lubuk Sikaping, Rabu.
Launching ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor perikanan dengan melibatkan peran generasi muda sebagai motor penggerak.
Bupati Welly Suhery, menegaskan bahwa Pasaman memiliki potensi besar dalam perikanan, khususnya perikanan budidaya.
Sepanjang tahun 2024, Pasaman mencatatkan produksi 62.718,87 ton, menjadikannya salah satu daerah penyumbang terbesar di Sumatera Barat.
Potensi itu, katanya, mampu menjadi sumber ekonomi baru, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Budidaya perikanan bukan lagi pekerjaan tradisional, tetapi sudah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Milenial Pasaman harus berani mengambil peran dan menjadikan sektor ini sebagai sumber ekonomi baru,” ujar Welly Suhery didampingi wakil Bupati Parulian Dalimunthe.
Welly Suhery menambahkan, peran generasi muda sangat menentukan arah masa depan sektor perikanan.
“Dengan kerja keras, pengetahuan, dan pemanfaatan teknologi, sektor perikanan budidaya dapat menciptakan lapangan kerja, menggerakkan perekonomian, dan sekaligus memperkuat ketahanan pangan kita,” lanjutnya.
Welly juga mencontohkan inovasi sederhana seperti Budikdamber (budidaya ikan dalam ember) yang bisa dilakukan tanpa membutuhkan lahan luas.
“Saya mengajak seluruh generasi muda untuk tidak ragu berinovasi di sektor perikanan. Mari kita wujudkan Pasaman yang lebih sejahtera melalui perikanan budidaya yang produktif dan menguntungkan,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pasaman M. Dwi Richie menjelaskan bahwa pengelolaan sektor perikanan harus berbasis teknologi dan ramah lingkungan.
“Launching demplot perikanan milenial ini langkah nyata untuk melibatkan generasi muda dalam sektor perikanan. Melalui demplot ini, kita ingin menunjukkan secara langsung bagaimana penerapan teknologi budidaya modern bisa meningkatkan efisiensi produksi dan mutu hasil perikanan,” katanya.
Richie menambahkan, penting bagi Pasaman untuk tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pengolahan hasil.
“Kami menargetkan dari demplot ini lahir praktik budidaya yang dapat direplikasi oleh masyarakat luas. Dengan dukungan teknologi seperti bioflok, efisiensi pakan dapat ditingkatkan hingga 30 persen, sementara tingkat kelulushidupan ikan bisa mencapai lebih dari 85 persen. Inilah bukti bahwa perikanan budidaya dapat dikelola secara ilmiah sekaligus menguntungkan,” jelasnya.
Acara ini turut dihadiri wakil Bupati Pasaman Parulian Dalimunte, Plt Asisten II, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, tim penerapan 100 hari kerja Bupati, camat, wali nagari, penyuluh, pelaku usaha, serta tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai pihak ini memperlihatkan sinergi antara pemerintah daerah dengan masyarakat dalam membangun Pasaman melalui sektor perikanan.
Dengan lahirnya Demplot Perikanan Milenial, diharapkan generasi muda Pasaman dapat semakin percaya diri memanfaatkan potensi perikanan budidaya, mengembangkan inovasi, dan menjadikannya sebagai sumber kesejahteraan bersama.
Pewarta: Heri Sumarno
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
