Logo Header Antaranews Sumbar

BPS: Ekonomi Triwulan III Tumbuh 4,73 Persen

Kamis, 5 November 2015 15:19 WIB
Image Print

Jakarta, (AntaraSumbar) - Badan Pusat Statistik mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan III-2015 tumbuh 4,73 persen (year on year), kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Suhariyanto di Jakarta, Kamis.

"Pertumbuhan ini lebih bagus dibandingkan ekonomi pada triwulan I yang tumbuh 4,72 persen dan triwulan II yang tumbuh 4,67 persen," kata Suhariyanto dalam jumpa pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta.

Dengan demikian, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi hingga triwulan III mencapai 4,71 persen, atau lebih baik dari akumulasi pertumbuhan ekonomi pada semester I-2015 sebesar 4,69 persen.

Suhariyanto menjelaskan lapangan usaha yang tumbuh tinggi dalam periode ini adalah informasi dan komunikasi 10,83 persen, diikuti jasa keuangan dan asuransi 10,35 persen serta jasa pendidikan 8,25 persen.

"Pertumbuhan didukung oleh hampir semua lapangan usaha, kecuali sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi sebesar 5,64 persen, akibat terpengaruh turunnya harga komoditas global," ujarnya.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi, industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi 0,92 persen, diikuti konstruksi 0,65 persen, informasi dan komunikasi 0,48 persen serta pertanian, kehutanan dan perikanan 0,46 persen.

Dari sisi PDB pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen konsumsi pemerintah 6,56 persen diikuti konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga 6,39 persen, konsumsi rumah tangga 4,96 persen dan pembentukan modal tetap bruto 4,62 persen.

"Komponen lainnya mengalami pertumbuhan negatif, yaitu ekspor yang mengalami kontraksi 0,69 persen dan impor yang minus 6,11 persen, yang sebagian besar disebabkan turunnya kinerja ekspor dan impor barang," kata Suhariyanto.

Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan III-2015 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Jawa yang memberikan kontribusi kepada PDB sebesar 58,27 persen, diikuti Sumatera 22,37 persen, Kalimantan 7,99 persen, Sulawesi 6,08 persen dan pulau lainnya 5,29 persen.

"Dari pulau tersebut, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Bali dan Nusa Tenggara mencatatkan pertumbuhan tertinggi 11,75 persen, namun Kalimantan mengalami kontraksi 0,41 persen karena turunnya kinerja industri pertambangan," jelas Suhariyanto. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026