
Perwakilan SLB 34 Provinsi Ikuti Gebyar PK-LK
Rabu, 4 November 2015 10:37 WIB

Padang, (Antara) - Perwakilan sekolah luar biasa (SLB) dari 34 provinsi se-Indonesia mengikuti Gebyar Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PK-LK) di Lapangan Imam Bonjol, Padang, Rabu.
"Kegiatan ini berisi sejumlah lomba yang akan diikuti oleh perwakilan siswa SLB dan kepala sekolahnya," kata Ketua Pelaksana PK-LK, Aswin di Padang, Rabu.
Ia mengatakan untuk kategori siswa SLB berupa lomba melukis, menjahit, hantaran dan tata boga, sementara untuk sekolah diwakili oleh kepala sekolah berupa lomba manajemen pengelolaan keterampilan siswa," katanya.
Penunjukan perwakilan sekolah untuk siswa SLB dilakukan oleh provinsi dan stand tiap provinsi juga akan dinilai dari segi dekorasi hingga aktivitas di setiap stand.
"Kami akan menilai setiap produk atau hasil keterampilan siswa yang ditampilkan di stand, kemudian dipilih enam terbaik," katanya.
Untuk lomba manajemen pengelolaan keterampilan, yang dinilai adalah proposal mengenai pengelolaan keterampilan sekolah luar biasa, produk apa yang dihasilkan para siswa, lalu proses kemitraan yang dilakukan oleh sekolah dengan dunia usaha.
Melalui lomba manajemen pengelolaan keterampilan ini akan diketahui bagaimana proses pembinaan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang dilakukan pihak sekolah.
Kemudian hubungan kemitraan yang dijalin sekolah dengan dunia usaha akan dapat menjembatani anak untuk masuk dunia usaha setelah lulus sekolah.
Ia mengatakan, tim juri yang terdiri dari pelaku usaha, perguruan tinggi dan pemangku kepentingan ini akan memilih 10 proposal terbaik untuk dipresentasikan.
Kegiatan Gebyar PK-LK ini dilaksanakan mulai 2 - 6 November 2015. Pada 2 November seluruh peserta check in di hotel. Tanggal 3 - 4 November pembukaan dan pelaksanaan lomba, kemudian pada 5 November peserta diajak jalan-jalan ke kota wisata Bukittinggi, dan pada 6 November acara penutupan.
Sementara itu, seorang pengunjung kegiatan itu, Tari (23) mengatakan sangat mengapresiasi hasil karya anak-anak dari sekolah berkebutuhan khusus tersebut.
"Acara ini sangat bermanfaat. Kita semua jadi tahu bahwa anak yang memiliki kekurangan justru mampu menghasilkan karya yang bernilai. Semoga mereka dapat terus meningkatkan kreatifitasnya sehingga karya-karya mereka dapat masuk ke pasar dan diminati masyarakat luas," ujarnya. (*)
Pewarta: Ira Febrianti
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
