
Riau Tetap Siagakan Helikopter Meski Cuaca Membaik
Jumat, 30 Oktober 2015 17:00 WIB

Pekanbaru, (AntaraSumbar) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau menyatakan tetap menyiagakan helikopter pengebom air meski dalam tiga hari terakhir beberapa wilayah setempat diguyur hujan.
"Dua helikoter kita Sikorsky dan MI 171 tetap kita siagakan meski terjadi hujan beberapa hari terakhir," kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger kepada Antara di Pekanbaru, Jumat.
Seperti hari ini, dia menjelaskan pihaknya menerbangkan helikopter Sikorsky ke Kerumutan, Kabupaten Pelalawan guna memadamkan kebakaran lahan.
Ia mengatakan bahwa guyuran hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Riau sangat membantu meminimalisir keberadaan titik panas dan titik api. Meski begitu, ia menjelaskan hujan tersebut bersifat sementara karena Riau belum memasuki musim hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan, kualitas udara di Provinsi Riau cenderung membaik akibat turun hujan dalam tiga hari terakhir secara merata.
"Hujan dengan intensitas ringan terjadi dalam tiga hari secara berturut-turut, sehingga menyebabkan matahari terlihat di pagi hari ini," ujar Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin.
Selain itu, lanjut dia, secara umum kualitas udara di Riau membaik, ditandai dengan jarak pandang semakin jauh terlihat, seperti di Kota Dumai dilaporkan ini 10.000 meter.
Lalu di Rengat Kabupaten Indragiri Hilir, jarak pandang sudah mencapai 5.000 meter, sedangkan di Pekanbaru dan Pelalawan terpantau sama, yaitu 2.000 meter.
Meski kualitas udara mulai membaik, namun kabut asap tipis dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera masih terlihat, walaupun belum mengganggu aktivitas penerbangan di bandara Pekanbaru.
"Cuaca hari ini di Riau, secara umum berawan dan diselimuti kabut asap tipis. Peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai petir dan angin kencang pada siang atau sore dan malam hari berpeluang terjadi pada sebagian besar wilayah Riau," kata dia lagi.
Sugarin menyatakan pula, dari pantauan pencitraan satelit baik Terra dan Aqua, menunjukkan masih terdapat 115 hotspot atau titik panas di Pulau Sumatera dan tersebar di tiga provinsi.
"Hotspot terbanyak masih terkonsentrasi berada di Sumatera Selatan dengan 77 titik panas, kemudian Lampung 28 titik, dan Riau lima titik," ujarnya. (*)
Pewarta: Fazar Muhardi & Anggi Romadhoni
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
