
Masyarakat Harapkan PLTS Sebagai Solusi Krisis Listrik
Jumat, 30 Oktober 2015 10:41 WIB

Padang, (Antara) - Sejumlah masyarakat dari berbagai kalangan di kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengharapkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) oleh pemerintah setempat dapat menjadi solusi atas krisis listrik seperti seringnya terjadi pemadaman di daerah tersebut.
"Jumlah volume sampah di kota Padang meningkat setiap harinya, bila ini dimanfaatkan menjadi PLTS tentunya akan menghasilkan daya listrik yang besar setidaknya cukup menerangi seluruh kota," kata salah seorang warga yang tinggal di dekat Tempat Pembuangan Akhir Aia Dingin Yusra Hanif (60) di Padang, Jumat.
Dia menyebutkan setiap harinya dirinya melihat belasan truk kontainer lalu lalang mendistribusikan sampah ke tempat pembuangan akhir.
Bila dihitung katanya mungkin lebih jutaan ton sampah yang dibuang ke TPA Aia Dingin setiap harinya.
Menurutnya bila jutaan ton sampah ini bisa diolah menjadi pembangkit listrik tentunya akan cukup untuk menghasilkan listrik dalam jumlah besar.
"Jumlah tersebut tentunya bila digunakan untuk mengaliri listrik kota setidaknya bisa mensubstitusi pembangkit listrik lain," ucapnya.
Ditambah lagi menurutnya jumlah volume sampah yang terus bertambah setiap harinya memungkinkan pasokan listrik tidak akan habis.
Dengan begitu listrik dapat terus menyala dan dapat terhindar dari pemadaman, ucapnya.
Senada dengan itu pakar lingkungan hidup Ardinis Arbain menilai pemanfaatan sampah yang bermanfaat akan menghasilkan keuntungan.
Misalnya sampah yang dijadikan bank atau didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat dapat memberikan keuntungan lebih besar dari barang awalnya.
Sama halnya dengan PLTS bila perencanaan, tindakan, proses tepat bukan tidak mungkin akan sampah yang bertumpuk tersebut juga menguntungkan masyarakat, katanya.
Sementara itu sebelumnya Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Padang menyatakan bahwa pemko sedang tahap pembangunan PLTS dengan bahan berupa gas metana.
Menurut rencana PLTS tersebut akan dioperasikan dengan sumber 29 sumur gas metana dan diperkirakan dapat menghasilkan listrik 130 Kilovolt. (*)
Pewarta: M R Denya Utama
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
