Logo Header Antaranews Sumbar

Tiga Anak Tewas dalam Kerusuhan Mali

Minggu, 13 Januari 2013 07:16 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Reuters)

Dakar, (ANTARA/AFP) - Human Rights Watch, Sabtu, yang mengutip penduduk setempat, menyebutkan sepuluh warga sipil termasuk tiga anak-anak tewas dalam pertempuran di kota tengah Mali, Konna, antara tentara Mali yang didukung pasukan Prancis dan pejuang Islam. "Warga Konna mengatakan kepada Human Rights Watch sekitar 10 warga sipil tewas dalam pertempuran termasuk tiga bocah yang tenggelam saat mencoba menyeberangi sungai untuk menyelamatkan diri," kata petugas kelompok hak asasi manusia itu, Corinne Dufka, dalam pesan yang dikirim kepada AFP di Dakar. Dia juga menyuarakan keprihatinan tentang anak-anak yang katanya telah direkrut kelompok gerilyawan sebagai tentara. "Anak-anak lain direkrut oleh gerilyawan di Gao telah terluka dan mungkin tewas dalam pertempuran itu," katanya, merujuk pada satu kota di utara Mali di bawah kendali kelompok garis keras, beberapa di antaranya terkait dengan Al-Qaida di Maghreb Islam (AQIM). Dufka, seorang peneliti senior di Human Rights Watch, mengatakan dalam beberapa bulan terakhir anak dari Mali dan Niger tetangganya juga telah direkrut oleh gerilyawan, dan "harus segera dibebaskan." "Selain itu, ancaman kelompok gerilyawan 'untuk membalas terhadap warga Prancis non-tempur, termasuk sandera, benar-benar tercela dan akan merupakan kejahatan perang. Semua pihak yang terlibat dalam konflik ini - kelompok pejuang, tentara Mali dan Prancis, dan tentara (kawasan) - harus melakukan semua yang mereka bisa untuk melindungi warga sipil dan ketat mematuhi hukum perang," katanya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026