
Perguruan Tinggi Siap Tanggulangi Bencana Kabut Asap
Selasa, 27 Oktober 2015 14:05 WIB

Padang, (Antara) - Majelis Rektor Indonesia melalui rektor Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar)Prof Werry Darta Taifur menyatakan bahwa perguruan tinggi siap ikut serta dalam menanggulangi dampak dari kabut asap.
"Keikutsertaan ini tergantung dari koordinasi dengan pihak pemerintah pusat dan daerah," katanya selepas melaksanakan shalat Istisqa, di Padang, Selasa.
Dia menyebutkan peran kongkret perguruan tinggi ini bergantung intensitas kebutuhan yang diminta daerah darurat bencana kabut asap.
Khusus bantuan yang bersifat logistik maupun kesehatan pihaknya akan bergerak sesuai koordinasi dari pemerintah.
Sebab hingga saat ini katanya, beberapa daerah dengan intensitas titik api yang besar belum meminta bantuan secara kongkret.
Meskipun demikian selain bantuan logistik pihaknya juga terus merancang bantuan dalam bentuk lain, imbuhnya.
"Bantuan dapat berupa sumbangsih untuk penyuluhan dan riset penelitian," katanya.
Dalam hal penyuluhan para akademisi dan mahasiswa dapat turun ke lapangan memberikan imbauan dan informasi terkait pencegahan atau antisipasi kabut asap.
Misal katanya penyuluhan penggunaan masker, tidak membakar sampah dan sebagainya.
Sedangkan dalam hal penelitian, sejauh ini para peneliti dari perguruan tinggi telah langsung mengobservasi dan menganalisis pada lokasi titik api.
Selain itu melakukan kajian langsung terkait dampak biologi, sosial maupun ekonomi yang mungkin disebabkan kabut asap, katanya.
Sementara itu salah seorang warga kota Padang Adriani menambahkan peranan perguruan tinggi dalam kabut asap ini yakni mengedukasi dan mendampingi masyarakat terkait kabut asap.
"Dalam hal ini mahasiswa atau dosen bersikap netral tentang kesimpang siuran pemberitaan, bukan sebagai provokator di berbagai media sosial," ucapnya.(*)
Pewarta: M R Denya Utama
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
