
Saudi Didesak Bantu Indonesia Percepat Identifikasi Korban Mina
Kamis, 8 Oktober 2015 14:38 WIB

Mekkah, (AntaraSumbar) - Pemerintah Arab Saudi didesak untuk membantu percepatan identifikasi sejumlah jamaah haji Indonesia yang masih hilang dan belunm kembali ke pemondokan mereka sejak peristiwa Mina pada 24 September 2015.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arsyad Hidayat, di Mekkah, Arab Saudi, Kamis, mengatakan Pemerintah Indonesia telah melakukan dua pertemuan dengan otoritas Arab Saudi di Jeddah untuk meminta mereka membuka akses seluas-luasnya guna menemukan jamaah yang masih hilang.
"Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) dan Konjen RI, serta pimpinan tim DVI (Disaster Victim Identification) telah melakukan pertemuan dengan Dirjen Kementerian Luar Negeri Wilayah Barat (Arab Saudi) di Jeddah dan meminta akses seluas-luasnya untuk mencari jamaah yang belum kembali," katanya.
Selain itu, lanjut dia, ketiga wakil Pemerintah Indonesia itu juga melakukan pertemuan dengan Deputi Menteri Haji Arab Saudi untuk meminta hal yang sama agar jamaah yang hilang bisa segera diidentifikasi.
"Sampai Kamis pukul 08.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) sebanyak delapan jamaah haji Indonesia belum kembali ke pemondokan mereka sejak peristiwa Mina," kata Arsyad.
Jamaah yang belum kembali dan belum ditemukan itu berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat, sebanyak tiga orang, dengan kelompok terbang (kloter) 14 embarkasi Batam (BTH 14) sebanyak, dan lima orang dari Jawa Barat dengan nomor kloter 61 embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 61).
"Kami juga mendapat informasi ada jamaah tanpa identitas yang sedang dirawat di rumah sakit di Taif," kata Arsyad. Rencananya PPIH bersama tim DVI akan menuju ke Taif untuk melakukan pemeriksaan.
Sampai Kamis pukul 08.00 WAS, jumlah jamaah haji Indonesia yang meninggal dalam peristiwa Mina mencapai 120 orang, terdiri dari 115 jamaah yang berangkat dari Tanag Air dan lima WNI yang telah menjadi pemukim di Arab Saudi.
Arsyad juga menyampaikan bahwa Tim DVI yang dipimpin Kombes Pol Muhammad Masudi telah bertemu dengan pimpinan di pemulasaran mayat, Al Mu'ashim, Mekkah, yaitu Mayjen Zam'an Al Hamdi, dan mendapat penjelasan bahwa otoritas Arab Saudi di pemulasaran mayat itu telah melakukan pemotretan, identifikasi sidik jari dan pengambilan DNA jenazah, yang sebagian besar atau sekitar 1.800 jenazah telah dimakamkan.
"Memang masih ada jenazah yang belum dikuburkan," kata Arsyad menanggapi pertanyaan tentang apakah jenazah yang belum dikuburkan.
Pada pertemuan tersebut, tim DVI juga meminta agar otoritas Al Mu'ashim membantu Indonesia mempercepat penemuan jamaah haji yang hilang dengan memberi akses luas untuk membuka dokumen file jenazah yang ada di tempat itu, khususnya warga negara Indonesia. (*)
Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
