
Agam Perpanjang Libur Siswa TK-SD Hingga Sabtu
Kamis, 8 Oktober 2015 14:02 WIB

Lubuk Basung, (Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memperpanjang masa libur murid Taman Kanak-kanak (TK) dan siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sabtu (10/10) akibat kabut asap di daerah itu masih pekat dan dikhawatirkan membahayakan kesehatan.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Fauzir di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan, murid TK, PAUD dan siswa SD ini akan libur sampai Sabtu (10/10) dan pada Senin (12/10), mereka kembali melakukan proses belajar mengajar (PBM) seperti biasa.
Namun apabila kondisi udara seperti ini pada Senin (12/10), maka siswa tersebut tidak melakukan PBM.
"Ini merupakan kebijakan kita, karena kondisi ini bisa mengakibatkan siswa terserang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)," kata Fauzir.
Sebelumnya, tambah Fauzir, murid TK dan PAUD dengan jumlah sebanyak 8.012 orang dari 268 unit TK dan PAUD, telah diliburkan semenjak Jumat (2/10).
Sementara siswa SD dengan jumlah 60.129 orang dari 445 unit SD ini mulai libur pada Senin (5/10) sampai Rabu (7/10).
Khusus untuk siswa SD, selama libur diberikan tugas rumah oleh guru kelasnya dan dikontrol oleh orang tua mereka dengan tujuan agar pelajaran mereka tidak tertinggal.
Sedangkan majelis guru tetap berada di sekolah untuk menyelesaikan tugas.
Untuk PBM siswa SMP, SMA dan SMK, tetap seperti biasa. Namun PBM dimulai pada pukul 9:00 WIB.
"Ini disebabkan kondisi udara sangat pekat yang terjadi pada pagi hari di Kabupaten Agam, terutama di Agam wilayah timur seperti, Kecamatan Baso, Sungai Pua, Palupuh, Malalak, Canduang, Banuhampu, Ampek Koto, Ampek Angkek, Tilatang Kamang dan Kamang Magek," katanya.
Terkait siswa yang menderita ISPA, Fauzir mengatakan, saat ini belum ada laporan dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Agam terkait siswa menderita ISPA.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Agam Indra mengatakan dampak kabut asap bagi warga Kabupaten Agam belum terlihat, karena ISPA banyak penyebabnya.
Namun Dinkes Kabupaten Agam melalui 23 init Puskesmas akan terus melakukan pemantauan kepada masyarakat.
Selain itu meminta masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah, mengunakan masker saat bepergian dan banyak minum air putih.
"Sosialisasi ini telah kita berikan kepada masyarakat melalui puskesmas dengan harapan mereka tidak terjangkit ISPA," katanya.
Saat ini, pihaknya telah membagikan 400.000 masker kepada masyarakat sekitar.
Masker ini kami bagikan oleh petugas kesehatan dari 23 unit Puskesmas semenjak kabut asap melanda Agam beberapa bulan lalu. (*)
Pewarta: Yusrizal
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
