Logo Header Antaranews Sumbar

KONI Sawahlunto Matangkan Program "Sawahlunto Bisa 2016"

Selasa, 29 September 2015 19:07 WIB
Image Print

Sawahlunto, (Antara) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, menggelar rapat kerja teknis guna mematangkan pelaksanaan program "Sawahlunto Bisa 2016" diikuti 78 peserta dari seluruh pengurus cabang olahraga serta pelatih cabang di Hotel Ombilin, Selasa.

Ketua KONI setempat, Syafril di Sawahlunto, Selasa, dalam mengatakan, program tersebut merupakan upaya pihaknya untuk menyusun kontingen serta target pencapaian dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar ke XIV di Kota Padang pada 2016.

"Untuk mencapai prestasi terbaik, dibutuhkan pelatih yang berkualitas serta sarana prasarana yang memadai di samping potensi atlet yang dimiliki kota ini," kata dia.

Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, lanjutnya, tentu membutuhkan kerja keras semua pihak yang terlibat serta dukungan penuh dari pihak pemerintah daerah dan kekatifan masing-masing pengurus cabang olahraga dalam merencanakan strategi dan program yang tepat dan terarah berdasarkan kondisi yang ada.

Dia mengatakan, program yang dicanangkan pihaknya bersama pemerintah daerah setempat bertujuan untuk mengantarkan atlet terbaik yang dimiliki kota itu menuju pencapaian prestasi yang maksimal dan membanggakan.

Menurutnya, untuk menuju sasaran yang akan dicapai tersebut membutuhkan sinergi yang baik dengan semua lini yang ada dan dilaksanakan dengan penuh rasa kekeluargaan dan kebersamaan, serta mengedepankan disiplin dan etika dalam mempersiapkan kontingen secara menyeluruh.

Terkait hasil evaluasi pihaknya pada pelaksanaan Porprov sebelumnya, dia mengakui ada beberapa titik kelemahan yang harus segera diperbaiki, khususnya kondisi atlet yang akan bertanding nantinya.

"Sejauh ini masalah ketahanan fisik serta mental juara masing-masing atlet dinilai masih harus dibenahi, hal itu merupakan salah satu titik perhatian utama KONI Sawahlunto untuk mendalami strategi apa yang harus diterapkan pada pelaksanaan Porprov ke-XIV tersebut nantinya," kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto, Ali Yusuf, dalam sambutannya menegaskan tentang pentingnya pengelolaan adminsitrasi serta dokumentasi yang baik bagi setiap pengurus cabang olahraga.

"Inti pengembangan dunia olahraga adalah mental, apabila cabang olahraga dikelola secara profesional oleh individu-individu bermental baik maka akan tumbuh rasa keyakinan yang tinggi dalam meraih prestasi yang tinggi," kata dia.

Menurutnya, pengelolaan yang buruk serta mengabaikan nilai-nilai sportifitas dan etika sebagai insan olahraga dipastikan akan berdampak juga terhadap menurunnya prestasi atlet, hal itu tentu merupakan sebuah kerugian besar mengingat jajaran KONI sebagai induk olahraga juga mendapatkan kucuran dana hibah dari pemerintah.

Bahkan, lanjutnya, bukan tidak mungkin buruknya pengelolaan administrasi dan dokumentasi akan mendatangkan masalah hukum dikemudian hari bagi seluruh pengurus dan tentu saja akan berimbas pada buruknya citra daerah.

"Sebagai salah satu program prioritas dari 14 program pembangunan di Kota Sawahlunto, yakni bidang Pemuda dan Olahraga, tentu tertumpang harapan besar kepada jajaran pengurus KONI untuk mampu mempersembahkan kinerja terbaiknya sebagai motor penggerak bidang olahraga dan diharapkan bisa lebih mengenalkan kota ini ditingkat yang lebih luas," kata dia.

Mengenai masalah pembinaan atlet berprestasi, dia menegaskan dalam pelaksanaan program Sawahlunto Bisa itu seluruh pengurus cabang olahraga yang ada agar tetap mengembangkan potensi dan bakat atlet lokal kota itu.

"Pemerintah daerah tidak akan merestui penggunaan atlet-atlet dari luar daerah, karena yang terpenting dalam mengembangkan dunia olahraga adalah raihan prestasi yang hakiki dan tidak sekedar mengutamakan prestise daerah," kata dia. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026