
Polisi: Korban Hanyut Sungai Batang Bangko Ditemukan
Rabu, 23 September 2015 11:57 WIB

Padang Aro, (Antara) - Jenazah anak laki-laki korban hanyut di Sungai Batang Bangko, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, berhasil ditemukan setelah dilakukan pencarian lebih kurang 13 jam.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sungai Pagu, Solok Selatan, AKP Lija Nesmon di Padang Aro, Rabu, menyebutkan, jasad Aditya (8) ditemukan oleh salah seorang keluarganya, Memet, di Lubuk Batu Kasua, sekitar lima kilometer dari lokasi pertama korban hanyut. Saat ditemukan, jasad korban terjepit oleh dua batu dalam posisi telungkup.
"Jasad Aditya ditemukan dalam kondisi utuh. Langsung kami evakuasi ke rumah orang tuanya di Kalampaian, Sungai Pagu," katanya.
Sebelum dimakamkan di kampung orang tuanya di Kabupaten Solok, tim medis dari RSUD Solok Selatan terlebih dahulu melakukan visum. Hasil visum menyebutkan, tidak ditemukan bekas-bekas penganiayaan.
"Jadi murni hanyut," ujarnya.
Ia menyebutkan, proses pencarian Aditya yang hanyut di kawasan jembatan Koto Baru, Nagari Pasar Muara Labuh, telah dilakukan sekitar pukul 18.00 WIB, Selasa (22/8), oleh tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, kepolisian, TNI, Tagana serta masyarakat setempat. Pencarian dilakukan dengan penyisiran dan penyelaman hingga Rabu sekitar pukul 03.30 WIB.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Solok Selatan, Rusdi Harmen, menyebutkan, dalam pencarian tersebut pihaknya juga meminta bantuan dari Tim SAR Padang.
"Mereka datang Selasa malam. Langsung ikut melakukan pencarian," katanya.
Tim BPBD, katanya, turut melakukan pencarian hingga pukul 00.30 WIB. "Ini sesuai dengan SOP," katanya.
Aditya hanyut ketika mandi di Sungai Batang Bangko pada Selasa sekitar pukul 17.00 WIB seusai belajar mengaji. Saat mandi, siswa kelas 3 SDN 05 Pasar Muara Labuh itu bersama empat temannya.
Menurut Dawilson, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Solok Selatan, kedalaman sungai lokasi Aditya tenggelam sekitar enam meter. "Sungai tersebut baru selesai dilakukan normalisasi dan pengerukan. Kedalamannya mencapai enam meter lebih," katanya. (*)
Pewarta: Joko Nugroho
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
