
Optimasi Lahan, Sawahlunto Gunakan Benih Gadang Rumpun
Senin, 22 Juni 2015 15:38 WIB

Sawahlunto, (AntaraSumbar) - Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, berupaya mengembangkan benih padi varietas lokal kualitas unggul, Gadang Rumpun, sebagai pengganti benih padi unggul berlabel dalam melaksanakan program optimasi lahan pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sawahlunto Hilmet di Sawahlunto, Senin, mengatakan langkah tersebut merupakan solusi dari sulitnya petani di daerah itu dalam mendapatkan bibit unggul.
"Benih padi Gadang Rumpun ditemukan oleh petani lokal kota ini, Syafei, dan disepakati menjadi bibit unggul pengganti pada kegiatan optimasi lahan," jelasnya.
Ia mengatakan, optimasi lahan pertanian itu didanai oleh pemerintah pusat melalui APBN Reguler tahun 2015 sebagai langkah penguatan terwujudnya swasembada pangan.
Dalam program tersebut, lanjutnya, Sawahlunto mendapat kucuran dana bagi lahan seluas 500 hektare untuk tahap pertama, dengan biaya produksi per hektarenya sebesar Rp 1,2 juta untuk membeli pupuk, benih dan upah kerja.
"Selain dana optimasi lahan, masyarakat petani melalui kelompok tani yang ada juga mendapatkan bantuan perbaikan irigasi untuk 100 hektare lahan persawahan, dengan total anggaran per hektare sebesar Rp 1,1 juta," kata dia.
Sementara untuk tahap kedua, lanjutnya, luas lahan yang tersedia belum mencukupi total luas lahan sebesar 500 hektare yang disyaratkan oleh pemerintah pusat.
Menurutnya, berdasarkan data Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) yang ada, ketersediaan lahan sementara ini hanya sekitar 300 hektare, dan sisanya masih diupayakan dengan mengaktifkan kembali lahan persawahan masyarakat yang sudah tidak tergarap.
Terkait sasaran yang akan dicapai pihaknya, dia menjelaskan program optimasi lahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dengan angka sekarang sebesar dua persen, naik menjadi dua koma lima persen.
"Untuk peningkatan produksi ditargetkan mengalami kenaikan sebesar setengah ton per hektare, melalui penggunaan benih unggul gadang rumpun yang ditanam dengan pola jajar legowo serta menggunakan sistim padi tanam sebatang (PTS)," terangnya. (cpw7)
Pewarta: Rully Firmansyah
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
