Logo Header Antaranews Sumbar

Nilai Impor Jambi Turun 28,68 Persen

Senin, 18 Mei 2015 16:29 WIB
Image Print

Jambi, (Antara) - Nilai impor Provinsi Jambi pada April 2015 mengalami penurunan sebesar 28,68 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya yakni dari 10,94 juta dolar AS menjadi 7,81 juta dolar AS.

"Secara kumulatif nilai impor Jambi April 2015 turun sebesar 57,54 persen jika dibandingkan periode yang sama 2014 dari 79,63 juta menjadi 33,81 juta dolar AS," kata Kepala BPS Jambi Yos Rusdiansyah di Jambi, Senin.

Penurunan nilai impor Jambi terjadi pada komoditas karet dan sejenisnya serta mesin dan alat angkutan masing-masing sebesar 68,56 persen dan 60,50 persen.

Bila dilihat perannya pada kumulatif sejak Januari hingga April 2015, impor mesin dan alat angkutan kontribusinya sebesar 49,25 persen dari total impor Jambi.

Kemudian diikuti peran dari impor hasil industri lainnya yakni 31,90 persen dan impor bahan kimia dan sejenisnya juga berperan signifikan mencapai 16,95 persen.

Sedangkan untuk kelompok komoditas makanan dan sejenisnya serta komoditas karet dan sejenisnya hanya berperan di bawah dua persen.

Transaksi impor yang mengalami persentase kenaikan signifikan adalah Amerika Serikat, Jerman dan Tiongkok yang naik masing-masing sebesar 507,34 persen, 90,07 persen dan 88,29 persen.

Penurunan impor terjadi hampir semua negara asal utama dengan penurunan tertinggi dari negara Singapura dan Korea Selatan, di mana kumulatif nilai terbesar sejak Januari hingga April lalu berasal dari Tiongkok yang mencapai 8,23 juta dolar AS.

Bilai dilihat perannya terhadap total impor Provinsi Jambi, maka Tiongkok mempunyai peran terbesar yakni 24,33 persen, Singapura 8,54 persen, Malaydia 7,47 persen dan Taiwan berperan 7,10 persen.

Nilai impor terbesar Jambi masuk melalui Pelabuhan Kuala Tungkal sebesar 7,44 persen dengan volume sebesar 17,69 ribu ton, sedang dari Pelabuhan Talang Duku Jambi sebesar 369,04 ribu dolar AS.

Sepanjang tahun 2015 sejak Januari hingga April lalu tidak ada transaksi impor yang melalui Pelabuhan Muara Sabak. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026