Logo Header Antaranews Sumbar

DK-PBB Khawatirkan Pemberontak CAR

Sabtu, 5 Januari 2013 12:33 WIB
Image Print

Washington, (ANTARA/Reuters) - Dewan Keamanan PBB pada Jumat waktu setempat menyatakan kekhawatirannya terkait aksi pemberontak Republik Afrika Tengah (CAR) yang kerap melancarkan serangan ke ibu kota negara kaya mineral itu. Presiden Republik Afrika Tengah Francois Bozize melalui juru bicaranya mengatakan tidak akan memenuhi keinginan pemberontak dan akan terus menempuh upaya militer untuk mengakhiri pemberontakan. Aliansi pemberontak menuduh Presiden Francois mengingkari janji damai di masa lalu dan sempat mengisolasi ibukota Bangui pekan ini sampai mendapatkan tekanan internasional untuk memulai negosiasi. "Anggota Dewan Keamanan menyatakan kepeduliannya terhadap koalisi Seleka yang menguasai Bangui sejak 27 Desember," kata Dewan Keamanan dalam sebuah pernyataan. DK yang terdiri dari 15 negara mendesak agar Seleka mengakhiri serangan militer dan menekankan bahwa konflik tidak bisa diselesaikan melalui jalur militer. "Mereka menyerukan semua pihak untuk mencari upaya damai secara konstruktif tanpa prasyarat dan memulai perundingan pada 8 Januari di bawah naungan Komunitas Ekonomi Negara Afrika Tengah (ECCAS)," kata Dewan Keamanan. Aliansi lima kelompok militer Seleka adalah salah satu pemberontak yang membuat negara di bagian tengah Afrika paling bergejolak di Benua Afrika. Negara itu dilanda kemiskinan dan ketertinggalan meskipun memiliki cadangan berlian, emas dan kandungan mineral lainnya. Dewan Keamanan kembali menyerukan agar Seleka menghentikan semua permusuhan, menarik diri dari kota yang dikuasai dan berhenti mencegah upaya damai. "Semua pihak agar menahan diri melakukan tindak kekerasan terhadap rakyat sekaligus menghormati HAM dan mereka harus bertanggung jawab terhadap kekerasan yang mereka lakukan," kata Dewan Keamanan dalam sebuah pernyataan. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026