Logo Header Antaranews Sumbar

Sultan Brunei: KAA Mampu Tingkatkan Solidaritas

Rabu, 22 April 2015 14:19 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Sultan Brunei Darrusalam Hassanal Bolkiah dalam pidatonya pada pertemuan tingkat kepala negara-pemimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika mengatakan bahwa Peringatan KAA akan mampu meningkatkan solidaritas negara-negara yang tergabung di dalamnya.

"Peringatan KAA akan mampu meningkatkan solidaritas, kerja sama ekonomi dan sosio kultural bagi semua yang terlibat," katanya ketika memberikan pidato di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu.

Sultan Bolkiah juga percaya bahwa hubungan persekutuan (partnership) seperti KAA mampu memberikan kesalingpahaman yang lebih baik antar masyarakat.

Dia juga yakin bahwa tema KTT Asia Afrika 2015, yaitu "Strengthening South-South Cooperation to Promote World Peace and Prosperity", dapat meningkatkan kerja sama dan interkonektivitas di berbagai sektor, seperti meningkatkan investasi.

Sultan Bolkiah mengatakan negaranya siap bekerja sama untuk kebaikan Asia dan Afrika. Bagi Brunei, kerja sama Selatan-Selatan merupakan salah satu kerangka kerja sama yang baik dan hendaknya terus dikembangkan.

Presiden Joko Widodo memimpin sidang pleno pertama KTT Asia Afrika bersama-sama dengan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe dan diikuti oleh seluruh kepala negara dan kepala pemerintahan. Sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan dalam pidato di sidang pleno pertama menyampaikan pandangan mengenai pentingnya kerjasama kawasan di berbagai bidang untuk mendorong kesejahteraan dan kemajuan bersama.

"Saya berterima kasih pada Presiden Zimbabwe yang bersedia memimpin sesi (bersama), berikutnya ada kepala negara lain yang pimpin sesi, pernyataan (masing-masing kepala negara dalam setiap sesi) tidak melebihi lima menit sehingga kita bisa selesaikan setiap sesi tepat waktu," kata Presiden saat membuka sidang pleno pertama.

Dalam pleno sesi pertama, didengarkan laporan hasil pertemuan pejabat senior dan pejabat tingkat menteri yang sudah berlangsung beberapa hari lalu. Laporan ini disampikan oleh Menteri Luar Negeri Retno P Marsudi. Setelah itu juga didengarkan laporan hasil pertemuan bisnis Asia Afrika yang disampaikan oleh Ketua Kadin Suryo Bambang Sulisto. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026