
DPR Siap Selenggarakan Konferensi Parlemen Asia-Afrika
Rabu, 22 April 2015 16:06 WIB

Jakarta, (Antara) - Ketua DPR RI Setya Novanto menegaskan institusi yang dipimpinnya siap menyelenggarakan Konferensi Parlemen Asia Afrika yang bertujuan membantu memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya.
"Konferensi Parlemen Asia Afrika ini dihelat dalam rangka menjalankan amanat UU MD3 pasal 69 (2) tentang fungsi DPR guna mendukung upaya pemerintah dalam melaksakan politik luar negeri," katanya di Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan melalui konferensi itu, DPR RI percaya bahwa keterlibatan Asia dan Afrika secara komprehensif perlu dilakukan dengan membuka jalan bagi keterlibatan antarparlemen.
Hal itu, menurut dia, terutama untuk mempertajam kerangka kerja sama selatan-selatan dalam kerja sama global dan untuk mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan dunia dapat terwujud.
"Tujuan dari konferensi ini, pertama sebagai Forum parlemen Asia dan Afrika dalam menyamakan perspektif dan solusi bagi tantangan Asia dan Afrika di masa depan," ujarnya.
Tujuan kedua, menurut dia, untuk konsolidasi dan penguatan peran parlemen dalam membangun Kerjasama Selatan-Selatan dalam konteks New Asia Africa Strategic Partership (NAASP).
Ketiga, ujar Setya, untuk menyalurkan perspektif parlemen negara-negara Asia-Afrika dalam penajaman agenda pembangunan global pasca 2015.
"Isu Palestina juga dibahas karena hingga kini Palestina masih memperjuangkan cita-cita untuk merdeka," katanya.
Dia mengatakan masalah Palestina adalah amanat pembukaan UUD 1945 yang boleh jadi menjadi satu-satunya masalah klasik terkait hak menentukan nasib sendiri atau "self-determination" yang belum terselesaikan hingga kini.
Menurut dia, hasil dari resolusi konferensi akan dituangkan dalam Asian African Parliamentary Declaration yang nantinya akan diadopsi oleh para peserta delegasi.
"Deklarasi tersebut akan memasukkan dukungan pada pengakuan Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat di tanahnya sendiri sebagai bentuk solidaritas negara-negara Asia-Afrika," katanya.
Dia mengatakan hingga saat ini tercatat 33 negara terdiri dari 30 parlemen dan 3 perwakilan telah menyatakan akan hadir.
Selain itu, menurut dia, deklarasi akan mempertegas masalah reformasi lembaga-lembaga multilateral khususnya PBB dan Dewan Keamanan seperti termaktub dalam New Asian African Strategic Partnership (NAASP) pada KAA 2005 untuk meningkatkan keterwakilan yang berkeadilan bagi negara-negara Asia-Afrika.
"Deklarasi juga akan menyerap aspirasi parlemen Asia-Afrika dalam mendukung terwujudnya agenda pembangunan global yang baru yaitu 'Sustainable Development Goals' (SDGs)," ujarnya.
Setya mengatakan saat ini proses negosiasi antar pemerintah sedang dilakukan di PBB untuk membahas SDGs dengan target pengesahannya pada September 2015. (*)
Pewarta: Imam Budilaksono
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
