Logo Header Antaranews Sumbar

Pengamat: Peledak Tanah Abang Kemungkinan Calon Bom

Kamis, 9 April 2015 13:20 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Guru besar Universitas Pertahanan Prof Salim Said mengatakan ada kemungkinan bahwa bahan peledak yang ditemukan polisi di lokasi ledakan Tanah Abang adalah calon bom yang belum selesai dirakit. "Banyak kemungkinan sehingga polisi harus bekerja keras untuk mengungkap motif dan latar belakang kejadian itu," kata Salim Said dihubungi di Jakarta, Kamis. Salim mengatakan bungkusan berisi bahan peledak berukuran sebesar bola tenis tersebut patut diduga sebagai calon bom, karena salah satu bahan penyusunnya adalah paku, yang belum selesai dirakit dan belum disambungkan dengan detonator dan pemicu. Menurut dia, peledak dan paku merupakan bahan yang biasa digunakan kelompok penebar teror untuk membuat bom. Bom yang berisi paku akan melukai banyak orang bila meledak. Namun, dia mengatakan fakta-fakta yang diberitakan di media massa tentang kejadian itu akan membuat beberapa pihak menyangsikan bahwa orang-orang yang terkena ledakan itu merupakan bagian dari kelompok teroris. Dalam pemberitaan di media massa, empat orang yang terkena ledakan itu sudah cukup lama tinggal di wilayah tersebut dan menurut pengakuan masyarakat tidak ada tanda-tanda keterlibatan dengan kelompok teroris. Biasanya anggota kelompok teroris tidak menetap di satu tempat dalam waktu lama sehingga masyarakat sekitar tidak terlalu mengenal. "Itu yang membuat mereka tidak meyakinkan untuk disebut teroris. Mereka tampak amatir. Mungkin mereka melakukan kecerobohan kemudian meledak," tuturnya. Karena itu, Salim menduga bahwa mereka membuat peledak berisi paku tersebut tanpa mengetahui bahwa itu adalah calon bom. Bisa saja mereka adalah bagian dari kelompok teroris tanpa menyadari. "Yang membuat curiga adalah karena ada paku. Kalau tidak ada paku, maka itu hanya petasan biasa saja," ujarnya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026