Logo Header Antaranews Sumbar

Rumput Laut Salah Satu Komoditas Unggulan Indonesia

Senin, 6 April 2015 15:11 WIB
Image Print
Rumput laut. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti fokus pada pemberdayaan rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia dalam Hari Nelayan Nasional yang jatuh setiap tanggal 6 April ini. "Perkuat industri pengolahan rumput laut nasional, sehingga menjadi salah satu komoditas perikanan budi daya yang dapat menjadi unggulan ekspor Indonesia," kata Susi Pudjiastuti dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin. Menurut perempuan yang akrab dipanggil dengan sebutan Menteri Susi itu, selain ditingkatkan nilai tambah produknya, rumput laut juga sekaligus dapat diupayakan sebagai upaya meningkatkan kemandirian dan menjunjung kedaulatan bangsa. Hal itu, ujar dia, karena rumput laut memiliki posisi yang strategis dalam menopang perekonomian nasional melalui peningkatan penerimaan devisa negara sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan pembudidaya dan masyarakat sekitar lingkungan budi dayanya. Menteri Susi pada Hari Nelayan kali ini melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin. Berdasarkan data sementara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), produksi rumput laut nasional pada tahun 2014 mencapai 10,2 juta ton atau meningkat lebih dari tiga kali lipat. Sedangkan sebelumnya, produksi rumput laut pada tahun 2010 hanya berkisar di angka 3,9 juta ton, yang mengindikasikan bahwa rumput laut sangat bisa diandalkan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat pesisir. Selain karena cara budi dayanya yang cukup mudah dan murah, pasar rumput laut dinilai juga masih terbuka lebar. "Sejalan dengan kebijakan Presiden RI, KKP akan terus melakukan pembinaan secara terus menerus kepada masyarakat dalam hal membudidayakan rumput laut," ujar Susi. Susi mengungkapkan, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan dua pertiga wilayahnya adalah lautan memiliki banyak kawasan yang sangat potensial untuk pengembangan budidaya rumput laut. Salah satu kawasan tersebut adalah Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak ditetapkan sebagai kawasan minapolitan perikanan budi daya pada tahun 2010, produksi rumput laut di daerah ini terus mengalami peningkatan sehingga pada 2014, total produksi mencapai 2.400 ton. "Hal ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah yang bersungguh-sungguh mengembangkan kawasan ini menjadi kawasan minapolitan budi daya rumput laut yang terintegrasi dan maju," ucap Susi. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026