Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Fasilitasi Pelindo-AT3B Tetapkan Harga Bongkar Muat CPO

Senin, 30 Maret 2015 18:17 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), faslitasi PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dan Asosiasi Tangki Timbun Teluk Bayur (AT3B) untuk menetapkan harga bongkar muat (handling) Crude Palm Oil (CPO). Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansyarullah di Padang, Senin, menyatakan pertemuan tersebut untuk mencari kesepatakan harga bongkar muat, karena tarifnya masih menjadi gonjang-ganjing antara kedua belah pihak. "Silahkan negosiasi antara kedua belah pihak tetapi juga harus mempertimbangkan masyarakat," kata dia saat memfasilitasi kedua belah pihak di Ruang Abu Bakar Jaar Kantor Balaikota Padang. Ia mengatakan, dengan adanya kesepakatan kedua belah pihak akan berdampak kepada masyarakat baik mereka yang hidup di pelabuhan maupun di Kebun Sawit. Ketua AT3B Agus Widiyanto menyatakan pihakya dan PT. Pelindo II menyepakati harga bongkar muat CPO Rp15.000 per Ton. Ia berharap, harga yang disepakati itu dapat berdampak baik bagi perusahaan yang bernaung di bawah AT3B. Selain itu, pihak AT3P juga ingin mengetahui fasilitas dan konpensasi yang diberikan oleh PT Pelindo II dengan harga yang ditetapkan tersebut. "Setelah didapatkan kesepakatan maka akan dilakukan sosialisasi selama tiga bulan untuk tarif yang akan diberlakukan dua tahun ke depan," katanya. Sementara General Manager PT Pelindo II Mulyadi mengharapkan kesepakatan harga bongkar muat tersebut secepatnya diperoleh. Sehingga, kata dia, pihaknya dalam waktu dekat dapat melakukan pertemuan dengan seluruh direksi perusahaan sawit di bawah AT3B untuk membahas kelanjutan kesepakatan itu. PT. Pelindo II mengharapkan seluruh perusahaan untuk menyamakan harga bongkar muat sebagaimana yang telah disepakati. "Harapan kami memang seluruh pengusaha dapat memenuhi dalam waktu dekat sehingga ada kepastian dalam bekerjasama," katanya. Ia menambahkan, meski telah mendapatkan kesepakatan tentang harga, namun kompensasi yang akan diperoleh perusahaan belum mendapat titik temu. "Karena itu, dalam waktu dekat akan dilakukan kembali pertemuan untuk membahasnya," katanya. (*/mar)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026