
China Mulai Operasikan Alat Pemantau Polusi Udara

Beijing, (ANTARA) - China mulai 1 Januari mengoperasikan alat pemantau polusi udara secara bertahap di 74 kota utama, yang dapat menangkap partikel polutan hingga dibawah 2,5 mikron atau PM 2,5. Dalam keterangan tertulis Kementerian Perlindungan Lingkungan China, Rabu, menyebutkan alat tersebut juga akan menghitung kadar ozon dan karbon monoksida. Alat pemantau polusi udara yang dikeluarkan China sebelumnya hanya mampu mengukur partikel polutan berukuran 10 mikron seperti sulfur dioksida dan nitrogen dioksida. Data yang dihasilkan alat pemantau tersebut dapat diakses di situs Pusat Nasional Pemantauan Lingkungan China dan akan diperbaharui setiap jam. Masyarakat juga dapat melihat langsung kadar polusi di monitor pemantauan di 74 kota tersebut setelah 24 jam. Pemerintah China menyadari partikel polutan berukuran 2,5 mikron kebawah lebih berbahaya karena dapat langsung menembus paru-paru. Berdasar laporan yang dikeluarkan Sekolah Kesehatan Umum Universitas Peking dan Greenpeace pada Desember, partikel polutan 2,5 mikron diperkirakan telah mengakibatkan kematian dini sekitar 8.572 orang di Beijing, Shanghai, Guangzhou dan xian. Pertumbuhan pembangunan ekonomi China yang begitu cepat dalam beberapa dekade terakhir ditengarai sebagai pemicu tingginya tingkat polusi udara di negara itu. Hal itu dikarenakan dalam pembangunan ekonominya China sebagian besar masih menggunakan batubara yang mengakibatkan naiknya tingkat polusi udara di negara itu. Berdasar statistik Administrasi Perlindungan Lingkungan Negara China pada 1999, emisi karbon dioksida tercatat 18.570.000 ton, emisi polusi udara 11.590.000 ton dan emisi debu industri menyentuh 11.750.000 ton. Bahkan, sesuai Badan satelit Eropa, China telah dilaporkan memiliki tingkat tertinggi di dunia nitrogen dioksida, sebuah gas yang sangat berkontribusi terhadap produksi kabut asap. Kini China terus berupaya mengembangkan sumber energi terbarukan seperti tenaga air, tenaga angin, nuklir dan biomasa dalam mendukung pembangunan ekonominya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
