Logo Header Antaranews Sumbar

FRI Sarankan Kepala Bin Untuk Segera Diganti

Rabu, 18 Maret 2015 12:53 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Forum Renovasi Indonesia (FRI) menyarankan agar kepala Badan Intelijen Negara (BIN) segera diganti oleh orang yang benar-benar peduli terhadap keadaan bangsa. "Sebaiknya diganti saja Kepala BIN kalau memang kinerjanya tidak benar hingga saat ini," kata Penasihat FRI Lily Wahid ketika menggelar diskusi bertajuk Melawan Hegemoni: Komunisme, Kapitalisme, Imperialisme, Neo Kolonialisme dan Liberalisme di sektor Moneter, Keuangan dan Fiskal, di kawasan Tebet, Jakarta, Rabu. Ia menjelaskan hal tersebut, terkait masih adanya isu penyadapan dari negara-negara yang menginginkan informasi Indonesia. "Sebenarnya dari dulu kasus penyadapan itu sudah ada, dan saya rasa semua negara melakukan hal itu," tuturnya. Kepala BIN saat ini masih dijabat oleh Marciano Norman, ia berpendapat Marciano masih terbawa pada pola kepemimpinan Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Ia juga mengatakan BIN Indonesia masih tergolong lemah dan mudah terbawa oleh tekanan-tekanan negara asing. "Kalau Presiden Joko Widodo mau selamat dari posisinya sebagai Presiden RI, kami usulkan untuk segera mengganti Ketua Badan Intelijen Negara (BIN), agar tidak ada pelemahan internal di negara sendiri," ujarnya. Ia mengkhawatirkan jika kondisi seperti ini tidak berubah maka presiden akan mudah digulingkan. "Bahaya jika data-data negara digunakan semena-mena oleh bangsa lain, semoga tidak berdampak banyak," kata adik kandung Mantan Presiden RI Gus Dur ini. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026