Logo Header Antaranews Sumbar

CIA Berusaha Retas Perangkat Apple Selama Bertahun-Tahun

Rabu, 11 Maret 2015 10:40 WIB
Image Print

Washington, (Antara/Xinhua-OANA) - Badan Intelijen Pusat AS (CIA) telah melakukan "upaya berkelanjutan selama bertahun-tahun" untuk menembus keamanan Ipad dan Iphone milik Apple, demikian laporan dari The Intercept, satu jejaring berita AS, Selasa (10/3). Laporan tersebut, yang mengutip dokumen rahasia yang disampaikan oleh pengungkap rahasia Badan Keamanan Nasional AS (NSA) Edward Snowden, mengatakan upaya tersebut dimulai pada 2006, setahun sebelum Iphone pertama diluncurkan. Dokumen dari Snowden itu memberi perincian mengenai teknik "fisik" dan "non-invasif", termasuk penciptaan versi Xcode yang diubah, perangkat pengembanan perangkat lunak Apple, untuk memasang pintu belakang pengawasan ke dalam aplikasi atau program yang dijual melalui App Store milik Apple. Para peneliti CIA juga mengaku mereka telah berhasil mengubah updater OS X, program yang digunakan untuk mengirim perubahan ke laptop dan komputer pribadi, untuk menginstal "keylogger" --yang merekam semua kunci yang diketikkan pada keyboard. Taktik itu dan hasilnya disajikan oleh para peneliti keamanan tersebut di dalam pengumpulan tahunan rahasia yang disebut "Jamboree", yang ditaja oleh Pusat Operasi Informasi CIA, kata laporan itu, sebagaimana di beritakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang. Personel NSA juga menghadiri konferensi itu --yang bertujuan "mengeksploitasi tempat baru serangan". Lembaga keamanan AS juga telah menciptakan kemampuan terhadap puluhan produk lain kemandan yang diproduksi secara komersial, termasuk perangkat buatan perusahaan Amerika, untuk mencari kerentanan, kata laporan itu. Dokumen tersebut tidak menangani seberapa berhasil upaya itu, dan juga tidak menyediakan perincian apa pun mengenai penggunaan khusus eksploitasi semacam itu oleh dinas rahasia AS, kata The Intercept. Namun mengincar mekanisme ekripsi Apple sejalan dengan program rahasia yang jauh lebih luas oleh Pemerintah AS untuk meretas "produk komunikasi terjamin, baik dalam maupun luar negeri", dengan menggunakan "anggaran hitam", kata laporan tersebut --yang mengutip Congressional Budget Justification 2013. Matthew Green, ahli kriptografi di Information Security Institute di John Hopkins University, mengatakan kepada jejaring itu bahwa upaya CIA tersebut "tampaknya lebih jauh lagi bukan cuma membidik orang jahat" dan "jika anda dapat menyerang Apple, maka anda barangkali bisa menyerang siapa saja". (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026