Logo Header Antaranews Sumbar

BNPB: Hujan Buatan Dilakukan di Riau

Rabu, 4 Maret 2015 19:22 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa pada saat ini operasi hujan buatan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan tengah dilakukan di Provinsi Riau. "Operasi sudah dimulai, dan menurut rencana bisa diperpanjang hingga 60 hari sambil melihat kondisi ke depan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Rabu. Dia menjelaskan, hujan buatan disepakati dilaksanakan oleh BPPT mulai 1 Maret hingga akhir Maret, namun bila kebakaran hutan dan lahan belum teratasi ada rencana untuk diperpanjang hingga 30 April 2015. Dia menjelaskan, operasi hujan buatan dilakukan agar kebakaran hutan dan lahan tidak meluas dan menimbulkan kabut asap yang dapat menganggu masyarakat sekitar. "Kita mencegah agar kebakaran hutan dan lahan semakin meluas, lalu timbul kabut asap seperti tahun-tahun sebelumnya, karena kabut asap sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat," katanya. Pihaknya, kata dia, berharap, peristiwa kebakaran hutan dan lahan tahun ini bisa diminimalisasi agar tidak meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat. Meski demikian, kata dia, BNPB berharap penegakan hukum serta sosialisasi terus dilakukan agar tidak ada lagi pihak yang melakukan pembakaran hutan dan lahan. "Pembukaan lahan dengan cara bakar sangat berbahaya, karena mengakibatkan kobaran api meluas dan timbul kebakaran hutan dan lahan yang sulit diatasi. Apalagi lahannya berada di lahan gambut," katanya. Hujan buatan, kata Sutopo, dilaksanakan dengan dua pesawat dari TNI yaitu CN 235 dan Cassa. "Selain memadamkan api kebakaran hutan dan lahan, hujan buatan juga untuk mengisi embung-embung dan kanal serta membasahi gambut," katanya. Embung dan kanal itu, kata dia, nantinya akan digunakan untuk memadamkan api melalui darat. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026