Logo Header Antaranews Sumbar

Kadin Pesimis Target Pertumbuhan Industri Tercapai

Sabtu, 29 Desember 2012 12:43 WIB
Image Print

Jakarta, (ANTARA) - Wakil Ketua Umum Bidang Industri, Riset, dan Teknologi Kadin, Bambang Sujagad pesimis target pertumbuhan industri tahun 2013 sebesar 7,1 persen tercapai karena sektor tersebut dibebani kenaikan Tarif Dasar Listrik dan upah buruh. "Saya kira target itu tidak akan tercapai karena beban kenaikan Tarif Dasar Listrik dan upah buruh akan sangat berpengaruh pada sektor industri terutama industri kecil menengah dan padat karya," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu. Bambang Sujagad mengatakan sektor industri akan mengalami kondisi yang sulit karena dihadapkan dengan kenaikan TDL dan upah buruh. Kedua hal itu menurut dia akan memperhambat pertumbuhan industri di tahun depan. Bambang mencontohkan beban produksi dari upah dan bahan baku sudah mencapai 85 persen, sehingga menurut dia keuntungan yang didapatkan pengusaha sangat kecil karena belum ditambah dengan biaya lain. "Misalnya infrastruktur yang buruk dan masih adanya pungutan liar bisa menurunkan daya saing. Jadi mana bisa ditargetkan tujuh persen," ujarnya. 600.000 di PHK Dia memperkirakan akan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sekitar 600.000 orang di tahun 2013 akibat kenaikan TDL dan upah buruh. Kondisi itu menurut dia memperhambat pertumbuhan industri karena tidak dapat menyerap tenaga kerja baru. "Tenaga kerja baru tidak terserap dan yang sudah bekerja dikeluarkan sehingga kesempatan kerja tertutup," katanya. Bambang menyoroti keberadan industri padat karya yang terkena dampak langsung dari kebijakan pemerintah tersebut. Menurut dia dikhawatirkan keberadaan industri tersebut akan melemah dan merugikan pekerja serta pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menargetkan pada 2013, pertumbuhan industri nonmigas bisa mencapai 7,1 persen seiring terus membaiknya kinerja dan investasi di sektor industri non-migas atau manufaktur. "Meskipun kondisi perekonomian di Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa masih diwarnai ketidakpastian, namun pemerintah optimistis kinerja sektor industri manufaktur pada tahun depan akan tumbuh 7,1 persen," kata Menteri Perindustrian M.S Hidayat di Jakarta, Senin (17/12). Dengan target pertumbuhan non-migas tersebut, maka pertumbuhan industri pengolahan secara keseluruhan diprediksi mampu mencapai 6,5 persen pada tahun depan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi sekitar 6,7 persen. Namun, pertumbuhan industri akan terhambat dengan biaya logistik di Indonesia juga yang tertinggi di Asia atau 17 persen dari total omzet industri. Selain itu, pemerintah telah mengumumkan kenaikan tarif dasar listrik rata-rata 15 persen dan dilaksanakan tiap tiga bulan mulai 1 Januari 2013. Namun kenaikan itu tidak berlaku untuk pelanggan listrik 450 watt dan 900 watt. Diharapkan dengan kenaikan itu subsidi listrik yang bisa dihemat senilai Rp14 triliun. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026