Logo Header Antaranews Sumbar

Pemerintah Kembali Ambil Langkah Pencegahan Flu Burung

Kamis, 27 Desember 2012 14:57 WIB
Image Print
Flu burung. (ANTARA)

Jakarta, (ANTARA) - Pemerintah kembali mengambil langkah-langkah pencegahan dan pengendalian atas meningkatnya kematian unggas akibat wabah flu burung untuk meminimalisir terjadinya penularan kepada manusia. Dalam rapat koordinasi tingkat menteri mengenai Pengendalian Flu Burung Lintas Sektor yang diadakan di Kementerian Kesehatan, Jl Rasuna Said, Jakarta, Kamis, berbagai langkah akan diambil pemerintah mulai dari penguatan surveilans terpadu, sosialisasi kepada masyarakat hingga penghentian impor unggas dari Australia. "Terkait wabah flu burung pemerintah pusat dan daerah melakukan langkah-langkah pencegahan dini. Salah satunya menghentikan impor unggas dari Australia karena ada wabah unggas di sana," kata Menko Kesra Agung Laksono usai rakor. Menteri Pertanian Suswono yang juga hadir dalam rakor tersebut menegaskan bahwa keran impor baru akan dicabut setelah Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (Office International des Epizooties) atau OIE menyatakan Australia telah bebas dari wabah flu burung yang telah mematikan ratusan ribu itik di negara tersebut. "Australia sudah di 'declare' (dinyatakan) ada wabah flu burung, tentu saja kita menahan untuk tidak memasukkan produk unggas dari Australia. Kita akan memasukkan lagi setelah OIE mencabut status flu burung," kata Suswono. Permasalahan lain muncul karena ditemukan adanya jenis baru dari virus flu burung yaitu virus H5N1 clade baru (2.3.2) yang berbeda dengan penyebab flu burung pada ayam dan manusia akibat virus H5N1 clade lama (2.1.3). "Sampai saat ini belum ada laporan penularan flu burung clade baru pada manusia," kata Agung. Meskipun demikian, pemerintah telah melakukan kegiatan pencegahan yaitu peningkatan surveilans terpadu, peningkatan penyehatan lingkungan melalui biosecurity, melakukan sosialisasi terhadap publik melalui dialog interaktir dan media komunikasi seluler serta melakukan depopulasi (pemusnahan) unggas yang sakit. Selain itu, juga dilakukan restrukturisasi perunggasan, pengawasan lalu lintas perdagangan unggas, pengawasan orang dengan gejala flu di setiap bandara untuk mencegah penyebaran virus influenza dan penguatan regulasi dari pusat hingga daerah. Sementara itu, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan, pihaknya telah mulai melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian terhadap flu burung setelah adanya pemberitahuan dari Badan PBB untuk Kesehatan Dunia (WHO) mengenai adanya clade baru virus H5N1. "Kita hrs siap siaga. Jadi begitu ditemukan clade baru sudah dilakukan beberapa tindakan seperti menerbitkan surat edaran dirjen P2PL, mencermati kematian unggas terutama unggas air, survelains ketat terhadap orang yang berhubungan dengan unggas dan melakukan penyuluhan intensif ke masyarakat," papar Menkes. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026