Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Berupaya Tingkatkan Populasi Ternak Sapi

Kamis, 27 Desember 2012 13:57 WIB
Image Print
Sapi. (ANTARA)

Simpang Ampek, Sumbar, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada 2013 terus berupaya meningkatkan populasi ternak sapi di daerah itu. "Dari data terakhir populasi ternak sapi kita mencapai 14.000 ekor sapi. Ke depannya potensi itu akan terus kita tingkatkan dalam rangka peningkatan ekonomi petani," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Pasaman Barat, Johniwar di Simpang Ampek, Kamis. Dia mengatakan, upaya meningkatkan populasi ternak di antaranya dengan memberikan pembinaan bagi peternak. Selain dengan memperbanyak bantuan ternak kepada masyarakat. Masyarakat diberdayakan dengan pelatihan memilih bibit yang unggul dan memberikan makanan yang pantas sehingga pengembanganbiakan sapi akan terus membaik dan meningkat. "Melalui berbagai bantuan ternak dari pusat, provinsi dan kabupaten terus dikucurkan guna memancing minat masyarakat untuk beternak. Diharapkan dengan bantuan itu maka populasi ternak akan semakin bertambah di daerah ini," ujarnya. Dia mengatakan, selain mampu memberikan penghasilan tambahan bagi petani selain bertani dan berkebun. Kotoran ternak sapi akan mampu memberikan pupuk organik yang sangat membantu tanaman pertanian dan perkebunan. Pupuk dari kotoran sapi akan mampu membantu menyuburkan tanaman yang ada di Pasaman Barat seperti tanaman jagung, kelapa sawit dan tanaman lainnya. Lebih jauh dia katakan, saat ini sudah ada pabrik pupuk organik dengan menggunakan kotoran sapi di Kecamatan Kinali. Produksinya berkapasitas 1.500 kilogram setiap harinya. Adanya pabrik pupuk organik itu merupakan salah satu upaya untuk mengatasi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang sangat terbatas. Menurut dia, pupuk organik atau pupuk kompos terbuat dari perpaduan kotoran sapi dengan bahan baku tanaman jagung dan jerami tanaman padi. Dengan tersedianya sekitar 13.925 ekor sapi maka diperkirakan satu ekor sapi akan menghasilkan lima kilogram kotoran sapi dan akan mampu menghasilkan 24.717 ton setiap tahunnya. Sedangkan bahan baku penunjang dari tanaman jagung akan tersedia paling sedikitnya 189.135 ton dan bahan baku dari jerami padi akan tersedia 69.734 ton setiap tahun. "Dengan demikian paling sedikit bahan baku untuk pupuk kompos akan tersedia di Pasaman Barat mencapai 283.586 ton setiap tahunnya," kata dia. (*/aml/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026