Logo Header Antaranews Sumbar

Limbah B3 Rusak Bakau di Pulau Terluar

Rabu, 26 Desember 2012 12:03 WIB
Image Print

Batam, (ANTARA) - Limbah bahan beracun berbahaya yang mencemari pantai utara Kota Batam merusak puluhan pohon bakau di sekitar pulau terluar NKRI, Pulau Putri. Limbah B3 berupa minyak hitam lengket di daun dan batang pohon bakau yang baru saja ditanam para pecinta lingkungan, kata pegiat lingkungan Evy R Syamsir, Rabu. "Beberapa pohon bakau yang kami tanam langsung layu dan mati," katanya. Padahal, kata Evy, akar pohon bakau yang ditanam sepekan sebelumnya itu sudah menancap di lumpur pulau yang nyaris tenggelam itu. Selain merusak pohon bakau, limbah juga mencemari bebatuan di sekitar pulau. Minyak hitam menggenang di atas batu dan menempel di rumput laut yang terapung. Limbah juga menggenang di pantai dan mengganggu pengunjung yang berenang di Pantai Pulau Putri. "Oli menempel di baju anak saya, kalo ini sulit hilang," kata Sukmawati warga Barelang yang sedang berwisata bersama keluarga di patai itu. Sukmawati mengatakan, awalnya tidak melihat limbah, namun tiba-tiba menempel di baju anaknya. Ia mengaku heran ada oli di Pantai Pulau Putri, karena airnya terlihat jernih. Sementara itu, pakar kelautan Eddiwan mengatakan, sebanyak 365.000 ton sampah dibuang di perairan Kepulauan Riau setiap tahun. Angka itu, kata dia, berasal dari asumsi 10.000 kapal lalu lalang di perairan Kepri tiap hari dan membuang 10 kg limbah. Menurut dia, angka itu hitungan 2010, dan dipastikan saat ini, limbah yang dibuang lebih banyak lagi. "Sekarang makin banyak kapal yang lalu lalang di Kepri," kata dia. Limbah itu, kata dia, berasal dari kegiatan pembersihan kapal di tengah laut yang dilakukan kapal-kapal yang lalu lalang. Menurut dia, limbah yang dibuang di laut tidak dapat diuraikan, melainkan hanya mengendap atau terbawa arus ke pantai. "Limbah tidak bisa hancur di laut. Tapi masyarakat kita memperlakukan laut seperti tong sampah," kata dia. Untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan makin parah, ia mengatakan, perlu melakukan penanaman kembali pohon bakau yang rusak di sepanjang tepi pulau. Menurut dia, pohon bakau dan bakteri yang hidup di sekitarnya dapat mengurai limbah, sehingga lingkungan menjadi lebih baik. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026