
Satu Keluarga Dirawat Karena Terserang DBD

Lubukbasung, (Antara) - Satu keluarga terdiri dari ayah, anak dan cucu di Tanjuang Batuang, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina Kota Bukittinggi, akibat menderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).Kepala Puskesmas Pasar Ahad Kecamatan Tanjung Raya, Defri di Lubukbasung, Selasa, mengatakan, ke lima warga itu yakni, Sayuti (60), Okti Jafrinur (32), Riki (31), Kevin (2), Rifal (14)."Mereka merupakan ayah, anak dan cucu yang dirawat akibat menderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD dan mereka dirawat semenjak beberapa hari lalu," kata Defri.Penyakit DBD ini berasal dari anak perempuan korban yang tinggal di Kota Padang. Sebelumnya, anak perempuan korban atas nama Sasri (25), menderita penyakit DBD tersebut dan dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.Sastri, tambah dia, menderita penyakit ini saat berada di Kota Padang dan selama dirawat di RSUP M Djamil Padang, Sastri ditemani oleh ibunya atas nama Jusmanidar (55).Setelah Sastri sembuh, penyakit DBD pindah ke Jusmanidar dan korban sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubukbasung beberapa hari.Setelah itu, Jusmaniar dirujuk ke RSUP M Djamil Padang dan beberapa jam sampai di RSUP M Djamil Padang, korban meninggal dunia pada Kamis (8/1) dan pada Jumat (9/1), korban dimakamkan di makam kaum yang tidak jauh dari rumah korban."Korban meninggal diduga akibat komplikasi, karena korban juga mengidap diabetes dan penyakit lainnya," katanya.Untuk Meminimalisir penyakit (DBD), warga Tanjunag Batuag telah melakukan gotong royong untuk membersihkan aliran air dan melakukan tiga M plus yakni, menimbun kaleng bekas, menguras bak mandi dan menutup bak penampungan air.Setelah itu, Puskesmas Pasar Ahad Kecamatan Tanjung Raya melakukan pengasapan sekitar rumah korban. Pengasapan ini telah dilakukan pada Rabu (14/1) dan akan diulang pada Rabu (21/1)."Ini untuk membasmi mata rantai nyamuk aedes aegypti, sehingga penyakit DBD tidak menyebar ke warga lain," katanya.Tempat terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Yulhendri didampingi stafnya Refdawati menambahkan, ini merupakan kasus DBD pertama selama 2015 dan kasus ini termasuk poradis, karena pada 2013 dan 2014 kasus DBD tidak ada di Nagari Duo Koto."Kasus DBD pernah terjadi di daerah itu pada 2011 sebanyak satu kasus, 2012 sebanyak tiga kasus," katanya.Sementara pada 2014 jumlah kasus DBD di Kabupaten Agam sebanyak 161 kasus dan tidak ada korban yang meninggal dunia. (**/ari)
Pewarta: Inter
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
