
KAI Tak Ingin Lagi Bergantung pada PSO

Jakarta, (Antara) - PT Kereta Api Indonesia tak ingin lagi bergantung pada dana yang diberikan oleh pemerintah berupa kewajiban pelayanan publik (PSO) yang ditujukan untuk peningkatan kualitas layanan kepada penumpang. "Ke depan kita ingin tanpa mengandalkan lagi PSO, nantinya kita tidak menggunakan BBM bersubsidi lagi, tapi BBM untuk industri," kata Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro dalam konferensi pers "Overview PT KAI 2014" di Jakarta, Rabu. Edi tidak menampik bahwa jika dicabutnya PSO tersebut, mengakibatkan kenaikan harga tiket KA karena biaya operasionalnya semakin besar dengan menggunakan BBM non-subsidi. Namun, dia menjelaskan sebagai kompensasi, pihaknya akan meningkatkan kualitas pelayanan agar penumpang tetap mau membayar harga tiket yang naik dua kali lipat. "Pemerintah menginginkan angkutan umum (KRL) Rp5000 karena disubsidi, kalau tidak disubsidi bisa Rp11.000 sampai Rp12.000, apa ya penumpang tidak rela dari Bogor ke Jakarta bayar Rp11.000, tentunya dengan kualitas lebih," katanya. Tahun ini, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan kembali memberikan subsidi berupa PSO untuk penumpang kelas ekonomi KAI. Alokasi subsidi penumpang KA kelas ekonomi yang diberikan pemerintah pada 2015 sebesar Rp1,52 triliun atau naik Rp240 miliar dari tahun sebelumnya, sebesar Rp1,2 triliun. Rincian alokasi dana subsidi tersebut, di antaranya Rp115 miliar untuk KA jarak jauh, Rp131 miliar untuk KA jarak sedang, Rp464 miliar untuk KA jarak dekat, Rp44 miliar untuk KRD ekonomi, Rp754 miliar untuk "commuter line Jabodetabek" dan Rp13 miliar untuk KA Angkutan 2015. Dari rincian tersebut, "commuter line Jabodetabek" (KRL) mendapat porsi paling besar karena memiliki jumlah penumpang. Menurut Edi, selain untuk menjaga tarif sehingga dapat menarik masyarakat Jabodetabek untuk memilih transportasi KA dan dapat mengurangi kemacetan di wilayah Jabodetabek. Kontrak PSO rinciannya, yakni KA jarak jauh dan sedang di Jawa berlaku mulai 1 Maret-Mei 2015, KA jarak sedang di Sumatra mulai 1 Januari-Mei 2015, commuter line dari Januari-Desember 2015. Sementara itu, untuk KA angkutan Lebaran 2015, subsidi akan diberikan kepada penumpang KA ekonomi selama 16 hari di bulan Juli 2015. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
