Logo Header Antaranews Sumbar

AS Bergabung dengan Pemerintah Eropa dalam Sambut Dialog Baru Libya

Minggu, 11 Januari 2015 19:04 WIB
Image Print

Washington, (Antara/KUNA-0ANA) - Pemerintah Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris dan Amerika Serikat memuji "upaya luar biasa" Bernardino Leon, perwakilan khusus Sekretaris Jenderal PBB, dan menyambut pengumuman baru putaran dialog politik tentang Libya di Jenewa pekan depan, kata Gedung Putih Sabtu. "Kami mendesak para pihak untuk terlibat secara serius dalam proses ini untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dalam krisis kemanusiaan yang diderita oleh warga biasa Libya, sebagai akibat dari konflik yang sedang berlangsung, dan untuk mencegah erosi lebih lanjut kedaulatan dan keamanan Libya," kata pengumuman itu. Menurut laporan AFP dari Tripoli, PBB, Sabtu, mengumumkan perundingan perdamaian babak baru antara faksi-faksi Libya yang bermusuhan akan diselenggarakan di Jenewa pekan depan, sementara Uni Eropa memperigatkan bahwa negara itu kini berada pada "saat genting sekali". "Dialog ini adalah satu kesempatan penting bagi rakyat Libya untuk memulihkan stabilitas dan mencegah negara itu terperosok ke dalam konflik yang lebih dalam, dan kehancuran ekonomi jika tidak dapat diatasi," kata missi PBB di Libya dalam satu pernyataan. Pengumuman itu dikeluarkan setelah utusan PBB Bernardino Leon bertemu dengan kelompok-kelompok yang bertikai dan mendesak mereka memulai kembali perundingan perdamaian "sebelum terlambat". Leon mengusulkan penghentian operasi-operasi militer selama beberapa hari "untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi dialog itu", kata pernyataan PBB itu. Pernyataan itu mengatakan perundingan tersebut bertujuan untuk mencapai satu persetujuan mengenai pembentukan satu pemerintah persatuan dan mewujudkan "satu lingkungan yang stabil" bagi pelaksanaan satu konstitusi baru. "Diskusi-diskusi akan berusaha menetapkan pengaturan keamanan yang diperlukan untuk mengakhiri konflik senjata yang terjadi di beberapa daerah negara itu," katanya. Namun, pernyataan itu tidak menyebut tanggal pasti perundingan tersebut. (*/WIJ)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026