
Turki Kutuk Teror, Desak Perangi Rasa Takut Islam

Ankara, (Antara/AFP) - Turki pada Rabu mengutuk keras"serangan teroris", yang menewaskan 12 orang di mingguan satir Prancis, tapi menyatakan Eropa juga harus melawan ketakutan akan Islam, yang kini kian meningkat. "Kami mengucapkan belasungkawa kepada Prancis, teman dan sekutu kami pada hari sedih ini," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan, dengan menambahkan bahwa ia berharap kelompok bersenjata di balik serangan itu diadili sesegera mungkin. Dalam pernyataan, ia mendesak dunia bangkit melawan teror seperti di Prancis, terhadap ketegangan akibat sikap tak menenggang keragaman. Pemimpin Turki itu secara tetap mencela yang ia lihat sebagai kebangkitan ketakutan akan Islam di Eropa, dengan menyebut kecenderungan tersebut ancaman besar seperti yang terjadi pada Selasa tersebut. Perdana Menteri Ahmet Davutoglu menyatakan tidak ada hubungan Islam dengan kekerasan saat ia mengutuk serangan "teroris" di majalah "Charlie Hebdo", yang bertahun-tahun bertikai dengan umat Islam, yang menuduhnya menyerang agama mereka. Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan terorisme dan peningkatkan takut Islam di Eropa saling berhubungan. "Kita harus melawan peningkatan rasisme, xenofobia dan Islamofobia di Eropa, yang mengancam semua nilai kita. Kita juga harus berjuang melawan segala bentuk terorisme," kata Cavusoglu kepada wartawan di Ankara. Menteri itu menyatakan Islam adalah agama damai, dengan menambahkan, "Bukanlah pendekatan tepat mengaitkan Islam dengan terorisme." Pada bagian lain, Arab Saudi, rumah tempat tersuci Islam menyatakan pembunuhan atas 12 orang di mingguan satir Prancis pada Rabu tidak sesuai dengan agama Islam. "Kerajaan Arab Saudi mengikuti dengan kesedihan mendalam serangan teroris di majalah Charlie Hebdo," kata kantor berita negara Saudi Press Agency, mengutip sumber resmi, yang tidak disebutkan namanya. Sumber tersebut mengutuk serangan pengecut teroris itu, yang tidak sesuai dengan Islam. Sementara itu, Paus Fransiskus menyatakan keji dan mengutuk serangan pada Rabu di Paris, dengan menyeru semua orang menghentikan penyebaran kebencian. "Bapa Suci mengungkapkan kecaman kerasnya atas serangan mengerikan itu," kata pernyataan kepala juru bicara Vatikan Romo Federico Lombardi tentang serangan menewaskan 12 orang terhadap kantor majalah mingguan satir terkenal, yang mengejek Islam. Fransiskus menyeru semua orang menentang setiap cara menyebarkan kebencian, karena sangat merusak dasar hidup berdampingan secara damai selain kebangsaan, perbedaan agama dan kebudayaan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
