Logo Header Antaranews Sumbar

BPS: Perekonomian Solok Selatan Didoninasi Sektor Primer

Selasa, 30 Desember 2014 13:47 WIB
Image Print

Padang Aro, (Antara) - Badan Pusat Statistik (BPS) Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan bahwa perekonomian daerah itu masih didominasi kelompok sektor primer. Kepala BPS Solok Selatan, Ilhamiwitri di Padang Aro, Selasa, mengatakan nilai tambah kelompok sektor primer meningkat 13,30 persen dari Rp739,84 miliar pada 2011 menjadi Rp838,28 miliar pada 2012. "Kontribusinya sebesar 45,58 persen di tahun 2011 meningkat menjadi 44,93 persen pada 2012," katanya. Dia menjelaskan, berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan tahun 2000 dapat dilihat pertumbuhan masing-masing kelompok sektor perekonomian. Pada 2011 katanya, kelompok sektor primer mengalami percepatan pertumbuhan yaitu dari 5,49 persen menjadi 5,53 persen tahun 2012. Sedangkan sektor sekunder katanya, mengalami percepatan pertumbuhan dari 6,92 persen pada 2011 menjadi 7,18 persen tahun 2012. Sedangkan kelompok sektor tersier juga mengalami percepatan pertumbuhan yaitu dari 7,06 persen tahun 2011 menjadi 7,20 persen pada 2012. Sektor perekonomian dikelompokkan atas tiga dimana pembagiannya di dasarkan atas input dan output serta asal terjadinya proses produksi untuk masing-masing produsen. Kelompok sektor primer meliputi kegiatan yang outputnya masih merupakan proses tingkat standar dan yang termasuk sektor ini adalah pertanian, pertambangan dan penggalian. Selanjutnya sektor yang sebagian besar inputnya berasal dari sektor primer dikelompokkan kedalam kelompok sekunder yang meliputi Industri, listrik, gas dan air bersih serta bangunan. Sedangkan sektor lainnya yaitu perdagangan, hotel, restoran, pengangkutan, komunikasi, keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan serta jasa-jasa dikelompokkan dalam sektor tersier. "Sektor pertanian yang masuk kelompok primer masih menjadi andalan Solok Selatan dengan sumbangan sebesar 36,89 persen terhadap perekonomian Kabupaten itu ," katanya. (**/rik)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026