Logo Header Antaranews Sumbar

Serangan Roket-Ledakan Tewaskan Tiga Orang di Afghanistan

Minggu, 28 Desember 2014 20:43 WIB
Image Print

Kabul, (Antara/Xinhua-OANA) - Kerusuhan yang berlangsung di Afghanistan dalam bentuk ledakan bom dan serangan roket telah menewaskan tiga orang dan melukai sembilan orang lagi sejak Sabtu malam (27/12), demikian konfirmasi beberapa sumber pada Ahad. Dalam kerusuhan paling akhir yang terjadi di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, tiga orang menderita luka saat satu bom meledakkan satu kendaraan pada Ahad pagi. "Satu bom yang diletakkan di kendaraan Mawlawi Aziz Rahman Sediqi, pemimpin agama di Dewan Provinsi Wardak, meledak Ahad pagi dan melukai tiga orang termasuk Sediqi, putranya dan pengemudinya," kata stasiun televisi lokal Tolo di dalam buletin beritanya. Dengan mengutip keterangan polisi, media tersebut menambahkan peledak itu adalah bom yang dipasang di kendaraan Sediqi, yang meledak pada pukul 09.00 waktu setempat dan membuat Sediqi luka parah. Dalam serangan serupa, satu bom sepeda motor meledak di sebelah satu van polisi di Kabupaten Hairatan di Provinsi Balkh Utara, Ahad pagi, dan melukai satu warga sipil, kata media setempat, sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad malam. Namun belum ada komentar resmi dari pemerintah. Sementara itu, satu roket yang ditembakkan oleh gerilyawan anti-pemerintah yang diduga dari kelompok Taliban yang beroperasi di Provinsi Wardak, yang beribukotakan Maidan Shahr --135 kilometer dari Kabul, merenggut tiga nyawa dan melukai lima orang lagi pada Sabtu malam, kata Kuru Bicara Pemerintah Provinsi Attaullah Khogiani, Ahad. "Dua kelompok pemuda sedang bermain bola voli di Desa Omarkhil, Kabupaten Nurkh, Sabtu malam, ketika satu roket yang ditembaknan oleh gerilyawan mendarat di lapangan, menewaskan tiga pemain dan melukai lima lagi termasuk tiga pemain dan dua penonton," kata Khogiani kepada wartawan. Dua di antara orang yang tewas dalam serangan tersebut adalah pelajar, kata warga setempat. Walaupun belum ada yang mengaku bertanggung-jawab, warga setempat menuduh gerilyawan Taliban sebagai pelaku serangan itu. (*/WIJ)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026