Logo Header Antaranews Sumbar

Ratu Inggris Tekankan "Perujukan" Dalam Pesan Natal

Jumat, 26 Desember 2014 11:17 WIB
Image Print

London, (Antara/Xinhua-OANA) - Ratu Inggris Elizabeth II menyerukan "perujukan" di dalam pesan Natal tahunannya yang disampaikan pada Kamis sore (25/12). Ratu Elizabeth menyebut-nyebut referendum Skotlandia, Irlandia Utara, serta gencatan senjata Natal antara tentara Jerman dan Inggris pada Hari Natal 1914, untuk menyoroti pentingnya perujukan di antara rakyat. "Kadangkala tampaknya perujukan memiliki sedikit peluang dalam menghadapi perang dan ketidak-sepakatan. Namun, saat gencatan senjata Natal satu abad lalu mengingatkan kita, perdamaian dan itikad baik memiliki kekuatan langgeng di jantung kaum pria dan wanita," katanya, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Ratu tersebut memuji para pekerja medis yang membantu memerangi Ebola di Afrika. "Membawa perujukan bagi perang atau ke zona darurat adalah tugas yang bahkan lebih berat, daya telah sangat tersentuh pada tahun ini oleh sikap tak mementingkan diri sendiri para pekerja bantuan dan relawan medis yang telah pergi ke luar negeri untuk membantu korban konflik atau penyakit seperti Ebola, yang seringkali menyimpan resiko pribadi yang sangat besar," katanya. Ratu Elizabeth menyiarkan pidato Natal pertamanya pada 1952, secara langsung melalui radio dari tempat studinya di Sandringham. Pesan pertamanya melalui televisi disiarkan lima tahun kemudian dan ia hanya kehilangan satu peluan, pada 1969, ketika ia memutuskan kerajaan telah cukup banyak tampil di TV --setelah penyiaran dokumentasi yang tak pernah terjadi sebelumnya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026