Logo Header Antaranews Sumbar

Kemenpora Bantu Ringankan Beban Korban Longsor Banjarnegara

Senin, 22 Desember 2014 17:25 WIB
Image Print
Longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membantu meringankan beban korban tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dengan memberikan bantuan langsung kepada beberapa keluarga korban. Berdasarkan informasi dari Humas Kemenpora di Jakarta, Senin, selain memberikan bantuan langsung kepada beberapa keluarga korban, Kemenpora juga mengirimkan dokter untuk memeriksa kondisi korban yang ada di pengungsian. "Kemenpora sengaja tidak menyerahkan bantuan barang kepada satu posko melainkan dibagikan ke beberapa posko serta memberikan langsung ke keluarga korban. Ini sesuai dengan arahan Pak Menpora," kata Asdep Peningkatan Kapasitas Pemuda, Ibnu Hasan. Bantuan dari Kemenpora sedikitnya diberikan ke empat desa yaitu Desa Sampang, Desa Karangkobar, Desa Purwodadi dan Desa Gumilar. Selain itu, bantuan juga dilewatkan Posko PMII Jawa Tengah dan Posko PCNU Kabupaten Banjarnegara. Di Desa Purwodadi, bantuan berupa sembako dan uang diterima langsung oleh sang Kepala Desa, Agus Nurwanto. Selain itu, bantuan uang juga diberikan langsung kepada keluarga Sardi dan Waidah. Keluarga ini kehilangan tujuh keluargannya. Untuk Desa Gumilar, bantuan diserahkan kepada Sekdes Suyono, sedangkan bantuan untuk Posko Kecamatan Karangkobar diterima oleh salah satu petugas yaitu Septiaji. Para penerima mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Kemenpora. Tim relawan dari Kemenpora, selain memberikan bantuan secara langsung, juga mengunjungi tempat penampungan serta menghibur anak-anak yang kehilangan keluarganya. Kemenpora juga memberikan alat bermain diantaranya bola kaki. "Semoga bantuan yang Kemenpora berikan bisa sedikit menghibur anak-anak yang berada di tempat penampungan. Tim dokter juga melakukan pemeriksaan pada mereka," katanya menambahkan. Bencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara sedikitnya merenggut 94 korban meninggal. Bahkan, meski proses pencarian sudah dihentikan masih ada bebarapa warga yang belum ditemukan. Cuaca yang kurang mendukung juga menjadi satu rintangan dari tim relawan maupun petugas yang mencari korban. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026