Logo Header Antaranews Sumbar

Unicef Berikan Pasokan Saat Topan Hagupit Mengaduk Filipina

Selasa, 9 Desember 2014 12:41 WIB
Image Print

PBB, (Antara/Xinhua-0ANA) - Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa Bangsa (UNICEF) Senin mengatakan ia menyediakan pasokan untuk menyelamatkan nyawa dan layanan bagi anak-anak serta perempuan di Filipina saat Topan Hagupit menyapu seluruh negeri itu. Perwakilan UNICEF Filipina Lotta Sylwander memperingatkan dalam siaran pers bahwa meskipun statusnya diturunkan, badai terus menimbulkan "ancaman serius" ketika puluhan ribu anak-anak dan ibu mereka tetap "sangat membutuhkan bantuan darurat." Kantor UNICEF Tacloban, yang didirikan setelah topan super Haiyan, mengaktifkan rencana tanggap darurat pekan lalu. Sebanyak 54 staf disiagakan untuk menyebarkan ke daerah-daerah yang terkena bencana untuk melakukan penilaian ahli, dan bekerja sama dengan pemerintah serta mitra untuk membantu pengungsi, kata siaran pers. Badan ini menambahkan bahwa persediaan strategis di gudang-gudang Tacloban, Manila dan Cotabato, termasuk paket air, peralatan kebersihan, pompa air, generator, penyimpanan air dan fasilitas pengolahan serta barang-barang makanan terapi nutrisi untuk memerangi kekurangan gizi, oralit dan terpal untuk setidaknya 12.000 keluarga. Hagupit membuat pendaratan selama akhir pekan, memukul kota Filipina Dolores dengan angin kencang dan hujan deras, membangkitkan kekhawatiran terulangnya kehancuran yang disebabkan oleh Topan Haiyan tahun lalu. Sebelumnya pada hari itu, Palang Merah Filipina (PRC) mengatakan sedikitnya 21 orang tewas di pusat kota-kota Filipina karena Hagupit. Sektor pertanian Filipina dalam perkiraan awal mengalami kerugian diperkirakan 1,02 miliar peso (22,8 juta dolar AS) akibat topan. Perkiraan pemerintah terbaru menunjukkan bahwa lebih dari satu juta orang yang terpengaruh, termasuk lebih dari 400.000 anak-anak. Banyak dari mereka berada di lokasi evakuasi. ".. Masih ada hampir satu juta orang - banyak masih belum pulih dari Haiyan - yang telah diusir dari rumah mereka," kata Sylwander. "Orang-orang ini telah membuat kemajuan besar dalam membangun kembali kehidupan mereka selama 12 bulan terakhir, dan mereka membutuhkan bantuan kami untuk memastikan ini adalah keuntungan yang dicapai dengan susah payah yang tidak hanyut oleh bencana baru ini." Upaya UNICEF juga fokus pada membantu anak-anak mengatasi efek kecemasan dan ketakutan ekstrim, termasuk melalui pemberian bantuan psikososial. Tenda-tenda sekolah serta materi pendidikan juga akan diberikan sehingga anak-anak yang terpaksa mengungsi, atau yang sekolahnya telah ditutup atau rusak oleh badai, dapat terus belajar. Taifun Hagupit, dikenal dengan nama lokal sebagai "Ruby", membuat pendaratan hanya 13 bulan setelah super Topan Haiyan, yang menghancurkan bagian dari Visayas Timur. Badan Prakiraan Cuaca Negara mengatakan Hagupit telah melemah dan diturunkan ke status badai tropis. Namun, masih bergerak, dan membawa angin yang merusak, hujan deras, gelombang air dan tanah longsor. Tingkat penuh kerusakan terus tetap jelas di provinsi-provinsi tertentu karena komunikasi yang buruk. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026