
Pemerintah Libya Diakui Internasional Dukung Perundingan PBB

Khartoum, (Antara/AFP) - Pemerintah Libya yang diakui secara internasional telah memberikan dukungan bagi perundingan yang ditengahi PBB antara faksi-faksi bertujuan menghentikan kerusuhan di seluruh negera itu, kata menteri luar negeri Kamis malam. Perwakilan Khusus PBB Bernardino Leon di Libya yang memimpin putaran pertama pembicaraan antara para politisi yang berseteru di kota oasis Ghadames pada September, akan memimpin babak baru perundingan pada 9 Desember. "Sebagai menteri luar negeri, saya menyambut baik diadakannya pertemuan Ghadames kedua dan kami menyatakan dukungan kami untuk upaya Bernardino itu," kata Mohamed al-Dairi kepada AFP di Khartoum Kamis malam. "Kami ingin pendekatan Ghadames untuk mencapai pemerintah persatuan nasional demi mengelola masa transisi," kata Dairi. Pemerintah Dairi telah hampir terbatas pada kota-kota timur jauhShahat dan Tobruk sejak milisi yang didukung kubu Islam menyita Tripoli pada Agustus. Sejak itu, pemerintahan saingan telah dibentuk di ibu kota. Dairi mengatakan akan ada "pertemuan lain untuk formasi militer dan kelompok-kelompok bersenjata yang akan terpisah dari pertemuan partai-partai politik itu". Dia tidak menentukan kelompok-kelompok bersenjata akan mengambil bagian dalam diskusi tersebut. Beberapa kelompok-kelompok ini telah menyita instalasi minyak penting, tetapi Dairi mengatakan sebagian besar daerah itu berada di bawah kendali pemerintahannya, "kecuali untuk beberapa daerah kecil di bawah kendali formasi militer bersenjata di luar otoritas negara ". Dairi berada di ibu kota Sudan untuk pembicaraan antara para negara tetangga Libya - Aljazair, Chad, Mesir, Niger dan Tunisia, serta Sudan - yang telah berjanji dukungan mereka kepada upaya mediasi PBB. Lebih dari tiga tahun setelah pemimpin lama Moamer Gaddafi digulingkan dan tewas dalam pemberontakan yang didukung NATO, Libya kini dibanjiri dengan senjata dan kekuatan milisi, serta memiliki parlemen serta pemerintah saingan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
