Logo Header Antaranews Sumbar

Tentara Sudan Pukul Mundur Pemberontak di Kordofan

Rabu, 3 Desember 2014 08:10 WIB
Image Print

Khartoum, (Antara/AFP) - Pasukan Sudan memukul mundur serangan-serangan pemberontak di dua desa di wilayah Kordofan Selatan yang dilanda perang, menewaskan 50 gerilyawan dan empat orang mereka sendiri, kata tentara, Selasa. Pertempuran berkobar di wilayah tersebut pada bulan lalu setelah berakhirnya musim hujan, yang meninggalkan jalan tak mungkin dilalui, dan dua pekan setelah pembicaraan damai antara pemberontak dan pemerintah berakhir. Tentara Pembebasan Rakyat Sudan-Utara (SPLA-N) menyerang desa-desa Bilinja dan Al-Atmur Selasa dengan tewasnya 50 gerilyawan, kata Kolonel Al-Sawarmy Khaled Saad dalam sebuah pernyataan. Empat tentara pemerintah juga tewas dalam serangan yang gagal itu, kata Saad. Desa-desa tersebut terletak di sebelah selatan Kadugli, ibu kota negara bagian Kordofan Selatan. SPLA-N tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar pada Selasa. Pada Senin, kedua SPLA-N dan Angkatan Bersenjata Sudan mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa mereka telah memukul mundur serangan oleh pihak lain di Kordofan selatan. Bentrokan terbaru terjadi dua pekan setelah delegasi daripemerintah dan pemberontak dari Kordofan Selatan serta Blue Nile, di mana juga ada kerusuhan, namun berakhir dengan pembicaraan damai di Addis Ababa pada 18 November, dengan mediator mengatakanmereka "tidak terlalu jauh dari kesepakatan". Pertempuran meletus di negara bagian Kordofan Selatan dan Blue Nile pada tahun 2011 ketika mantan pemberontak SPLA-N mengangkat senjata melawan Khartoum. Para pemberontak yang sebagian besar non-Arab mengeluhkan pengabaian dan diskriminasi oleh rezim Sudan yang didominasi Arab. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026