Logo Header Antaranews Sumbar

Sudan Minta Unamid Tutup Kantor HAM di Khartoum

Rabu, 26 November 2014 11:15 WIB
Image Print

Khartoum, (Antara/AFP) - Pemerintah Sudan meminta Misi Uni Afrika di Darfur (UNAMID) Selasa menutup kantor hak asasi manusianya setelah menuduh pasukan perdamaiannya melakukan pelanggaran. Hubungan antara UNAMID dan pemerintah memburuk dalam pekan-pekan belakangan ini menyangkut usaha-usaha missi itu untuk menyelidiki laporan-laporan bahwa pasukan pemerintah memerkosa 200 wanita dan gadis di desa Tabit Darfur bulan lalu. UNAMID mengatakan pihaknya menerima permintaan resmi "dari pemerintah Sudan untuk menutup kantor hak asasi manusia missi itu di Khartoum pada 23 November". Missi itu "selalu memiliki satu kantor penghubung" yang termasuk satu seksi hak asasi manusia, kata departemen persnya kepada AFP. Humas missi itu mengatakan pihaknya "sedang berusaha menjernihkan" situasi itu dengan pemerintah. Kementerian luar negeri Sudan menginfirmasikan pihaknya telah meminta kantor itu ditutup, dengan mengatakan perannya "di luar mandat mereka". Tetapi juru bicara Yousif al-Kodofani mengatakan kementerian itu dan UNAMID telah saling mengirim surat-surat tentang masalah itu sebelum kasus Tabit. Kementerian itu juga mengecam UNAMID Selasa, menuduh pasukan perdamaiannya "melakukan aksi kekerasan dan pelanggaran yang mencemaskan" di Darfur selama bertahun-tahun mandatnya, termasuk perkosaan. "Kami mengamati insiden-insiden di mana tentara UNAMID memerkosa wanita-wanita dan missi itu tidak melakukan tindakan untuk menahan mereka yang bertanggung jawab atas perbuatan mereka dan tidak memulangkan mereka," kata Abdullah al-Azraq, wakil menteri luar negeri dalam satu pernyataan yang disiarkan kantor berita SUNA. Ia tidak menjelaskan lebih jauh dan missi Uni Afrika-PBB itu tidak segera mengeluarkan komentar. Misi PBB itu dibentuk tahun 2007 untuk melindungi para warga sipil dan menjamin bantuan aman ke Darfur, yang dilanda konflik sejak tahun 2003 ketika pemberontak etnik meletus menentang pemerintah. Hubungan antara missi itu dan Khartoum memanas menyangkut usaha-usaha UNAMID menyelidiki satu laporan dari laman berita lokal bahwa tentara memerkosa 200 wanita dan gadis di Tabit pada 31 Oktober. Ketika UNAMID mengunjungi Tabit mereka tidak menemukan bukti perkosaan tetapi satu laporan internal mengatakan tentara-tentara Sudan telah mengintimidasi penduduk desa untuk membantah tuduhan-tuduhan itu ketika pasukan PBB melakukan penyelidikan. Khartoum memanggil penjabat kepala UNAMID dan pekan lalu meminta missi itu membentuk satu "strategi keluar". Kementerian luar negeri Selasa membantah bahwa tindakan itu dimotivasi oleh tuduhan kasus di Tabit itu, tetapi mengatakan masalah itu telah dibicarakan selama bertahun-tahun. Dalam satu pernyataan terpisah yang disiarkan SUNA, Azraq mengatakan jaksa Dafur telah menyelesaikan penyelidikannya di Tabit" dan berkesimpulan tidak ada bukti untuk mendukung laporan itu. Konflik di Darfur dan Sudan Barat telah menewaskan lebih dari 300.000 orang dan dua juta orang terlantar, kata PBB. Presiden Omar al-Bashir dicari Pengadilan Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang di wilayah itu. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026