
Wakil Presiden Buka Forum Perdamaian Dunia Ke-5

Jakarta, (Antara) - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka Forum Perdamaian Dunia ke-5 yang juga rangkaian hari jadi (milad) Muhammadiyah ke-102 di Gedung Nusantara IV DPR/MPR, Jakarta, Kamis. "Saya bersyukur bahwa dari lima (Forum Perdamaian Dunia), tiga yang saya buka," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menyampaikan permintaan maaf Presiden Jokowi yang tidak bisa membuka karena ada agenda mendesak. Acara sedianya akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Namun, menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam sambutannya, Presiden Jokowi memberitahu pada Kamis sore terkait ketidakhadirannya karena berhalangan. "Sesungguhnya PP Muhammadiyah dan panitia sangat berharap Bapak Presiden Jokowi yang datang dan beliau sudah menyatakan bersedia sampai tadi sore gladi bersih, tapi kami dapat kabar pukul 17.30 WIB beliau berhalangan," kata Din. "Walaupun sangat manusiawi saya pribadi kecewa namun kita dapat maklumi begitu padatnya agenda kepresidenan, program pemerintah termasuk penyelesaian kasus konflik TNI-Polri di Batam beberapa waktu lalu," tambah Din. Dalam kesempatan itu, ia mengatakan Forum Perdamaian Dunia ke-5, diikuti lebih dari 100 partisipan dari berbagai negara, baik agamawan, politisi, pengusaha, pengambil kebijakan, aktivis, dan para pemangku kepentingan yang peduli dalam resolusi konflik. "Acara ini memang dirancang sebagai ajang silaturahmi, tukar menukar pengalaman di antara para pegiat perdamaian," kata Din di hadapan para partisipan. Din mengatakan, konflik di dunia masih terus berlanjut dan tersebar di berbagai belahan dunia. Untuk itu, perlu gerakan resolusi konflik yang dapat disebarkan untuk menghentikan berbagai pertikaian yang ada. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan dalam sambutannya mengatakan upaya menanamkan resolusi damai untuk mewujudkan perdamaian dunia sangatlah diperlukan. Untuk itu, adanya Forum Perdamaian Dunia, menurut dia, juga merupakan wujud dalam upaya menyemaikan benih-benih perdamaian. Sementara itu, Pendiri Ceng Ho Multiculture Trust of Malaysia, Tan Sri Lee Kim Yew mengatakan topik kali ini memndiskusikan tentang pelajaran resolusi konflik. Forum Perdamaian Dunia pertama kali diselenggarakan pada 2006. Forum ini didukung oleh Muhammadiyah, Ceng Ho Multiculture Trust of Malaysia, dan Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC). (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
