
Grup ISPI Kembangkan Kota Mandiri Baru

Jakarta, (ANTARA) - Grup Ispi bertekad mengembangkan kota mandiri baru di timur Jakarta, seluas 300 ha, Mutiara Gading City, berlokasi di Bekasi Utara, Jawa Barat dengan konsep "living, work and fun". "Tahun ini kami menargetkan mengembangkan 40 ha untuk 1000 unit rumah kelas menengah dengan total investasi sebesar Rp300 miliar. Harga per unit rumahnya mulai dari Rp160-Rp500 jutaan dan area komersial Rp400-780 jutaan," kata Komisaris Grup Ispi, Preadi Ekarto kepada pers di sela Peresmian Marketing Galery Mutiara Gading City, di Bekasi, Rabu. Dia menjelaskan, untuk kawasan komersial, pihaknya menyediakan area khusus yakni di sepanjang jalan sepanjang lima kilometer dengan lebar 40 meter yang akan menghubungkan kawasan Bekasi Barat dengan Kawasan Marunda. "Total ruko yang bisa dibangun di kanan kiri jalan 40 meter itu sekitar 1200 unit," katanya. Tidak hanya itu, tegasnya, pihaknya juga akan membangun tiga danau besar di kawasan kota baru ini yakni south lake, central lake dan north lake sebagai komitmen terhadap konsep keseimbangan alam serta menjaga sumber air menjadi sumber kehidupan bersama. "Selain untuk pengendalian banjir, danau itu akan dijadikan area rekreasi air dan olah raga serta penunjang kawasan," katanya. Dia juga mengatakan, proyek ini merupakan proyek terbesar bagi Grup Ispi sejak berkiprah di dunia properti pada 1985. "Kami dikenal fokus dengan hunian Rumah Sederhana, Menengah dan Komersial," katanya. Khusus untuk kawasan Mutiara Gading City, kata Direktur Operasional Grup Ispi, Reini Kohar, akan dapat dibangun hunian sekitar 20-30 ribu unit hingga beberapa tahun ke depan. "Kami optimis kawasan ini akan diminati karena letaknya sangat strategis yakni, hanya sekitar 15 menit dari kawasan Kelapa Gading jika jalan tol Tanjung Priok - Cibitung sudah jadi dibangun dalam beberapa tahun mendatang dan hanya beberapa menit dari kota mandiri Harapan Baru Bekasi," katanya. Menyingung target penjualan tahun depan, Reini menyebut, hanya sekitar 500 unit dengan total investasi sekitar Rp100 miliar. Ketua Umum Realestat Indonesia (REI), Setyo Muharso pada kesempatan itu, menyebut, proyek ini layak diapresiasi karena memberikan pilihan baru bagi masyarakat untuk memiliki rumah sangat layak dan nyaman dengan harga terjangkau. Setyo pada beberapa kesempatan sering menyebut, pasar rumah baru dengan harga Rp200-600 juta di seluruh Indonesia, khususnya Jabodetabek, sangat diminati. "Pertumbuhan ekonomi saat ini adalah sinyal positif dan momentumnya sangat membantu karena daya beli meningkat dua kali lipat dan bunga cicilan turun 50 persen sehingga bisa diperoleh dengan bunga di bawah 10 persen dan masa cicilan bisa 15-20 tahun. Tidak pernah terjadi sepanjang sejarah di Indonesia," katanya.(*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
