Logo Header Antaranews Sumbar

Yaman Bentuk Pemerintah Baru Bertujuan Pecahkan Krisis

Sabtu, 8 November 2014 07:36 WIB
Image Print

Sanaa, (Antara/AFP) - Yaman Jumat mengumumkan 36-anggota barupemerintah yang dimaksudkan untuk membawa negara miskin itu keluar dari krisis politik, kata kantor berita negara Saba. Pembentukan kabinet baru di bawah kesepakatan damai yang telah disetujui pada 21 September, hari pada saat pemberontak Syiah Huthi merebut ibu kota, telah tertunda karena ketegangan antara pemberontak dan saingan politik mereka. Pemerintah baru termasuk empat wanita, salah satunya mengambil bidang informasi dan portofolio budaya. Empat anggota kabinet yang keluar diangkat kembali dan tiga lagi berubah portofolio. Diplomat karir Abdullah al-Saidi menjadi menteri luar negeri, dan Menteri Pertahanan baru Jenderal Mahmud al-Subaihi, yang sebelumnya adalah komandan Daerah Militer ke-empat. Kepala politik kepolisian Jenderal Jalal al-Ruishen menjadi menteri dalam negeri. Pada 1 November, partai-partai politik utama menandatangani perjanjian baru, yang disponsori oleh utusan PBB untuk Yaman Jamal Benomar, untuk pembentukan sebuah pemerintahan teknokrat. Berdasarkan kesepakatan itu, perwakilan dari pemberontak dan saingan mereka, partai Islam Sunni Al-Islah (Reformasi), diamanatkan Presiden Abdrabuh Mansur Hadi untuk membentuk pemerintah dan berkomitmen untuk mendukungnya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026