
Pemkot Batam Naikkan HET Elpiji Tiga Kg

Batam, (Antara) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menaikkan Harga Eceran Tertinggi elpiji tiga kg sebanyak Rp3.000 dari harga sebelumnya sesuai dengan lokasi distribusi pengecer, mulai Rabu (5/11). "Intinya HET sudah diputusukan, penyesuaian Rp3.000. Rata-rata naik per kg Rp1000," kata Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Amsakar Achmad. Harga HET itu akan disesuaikan dengan kelompok distribusi elpiji berdasarkan jarak tempuh dari pusat kota. Harga terendah di pulau utama, Pulau Batam, HET naik dari Rp15.000 menjadi Rp18.000, Pulau Belakangpadang dan Sekilak Rpnaik dari Rp18.000 menjadi Rp21.000 serta harga tertinggi di Pulau Galang naik dari Rp20.000 menjadi 20.000. Sayang, Amsakar enggak memberikan detil harga di tiap-tiap wilayah kota. "Detilnya banyak, harganya mulai dari Rp18.000 hingga Rp23.000," kata dia. Ia mengatakan pemerintah daerah diperbolehkan menetapkan HET elpiji tiga kg, berdasarkan Peraturan Menteri ESDM yang menyebutkan Pemda punya kewenangan mengatur harga elpiji subsidi berdasarkan tiga pertimbangan, yaitu transportasi, kemampuan daya beli masyarakat dan keuntungan wajar dari pelaku usaha. Lagi pula, kata dia menambahkan, harga elpiji tiga kg sudah enam tahun tidak naik, padahal komponen biaya pengusaha sudah banyak yang naik, seperti kenaikan UMK dan lainnya. "Harga yang sekarang berdasarkan Keputusan Wali Kota enam tahun yang lalu. Sudah banyak permintaan naik dari Hiswana Migas," kata dia. Setelah harga naik, Pemkot meminta pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar bersubsidi itu di masyarakat. Pemkot meminta agen dan pangkalan untuk memperbaiki pola distribusi yang tepat sasaran. Pangkalan juga harus menjamin jangan sampai menjual elpiji kepada pengecer tidak resmi, agar harga tetap bisa dikendalikan di pengecer resmi. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
