Logo Header Antaranews Sumbar

Mendagri Baru Tidak Ingin Pengawalan Ketat

Senin, 27 Oktober 2014 17:56 WIB
Image Print
Menteri Dalam Negeri Kabinet Kerja Tjahjo Kumolo. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Menteri Dalam Negeri Kabinet Kerja Tjahjo Kumolo menyatakan tidak ingin mendapatkan pengawalan ketat dari protokoler Kemendagri dalam menjalankan tugasnya. "Saya sudah 30 tahun jadi orang bebas, saya terbiasa bebas, jadi saya tidak ingin pakai "Voorijder", pengawalan juga tidak. Kecuali ada acara penting yang waktunya mepet dan harus cepat. Mobil dinas juga akan saya titipkan di sini (kantor), sepanjang ada acara dinas baru akan saya pakai," kata Tjahjo saat menggelar rapat perdana dengan pejabat Eselon I Kemendagri di Jakarta, Senin. Tjahjo, setelah dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Mendagri, tiba di kantor barunya Senin sore dengan menggunakan mobil pribadinya yang berwarna putih dengan plat nomor B 1 TKL. Selain tidak ingin mendapat pengawalan ketat, Tjahjo juga tidak ingin menggunakan ajudan seperti yang dilakukan oleh para Mendagri sebelumnya. "Saya tidak perlu ajudan, pengawalan tidak perlu, lalu staf yang dipakai Pak Gamawan Fauzi kemarin tetap saya pakai saja. Saya hanya membawa satu sekretaris untuk ikut mendampingi saya," jelasnya. Tjahjo juga ingin menciptakan suasana kekerabatan dengan seluruh pejabat dan staf di Kemendagri. "Saya risi kalau dipanggil Pak Menteri, panggil saya Pak Tjahjo atau Mas Tjahjo saja, kecuali kalau ada acara resmi," katanya. Sebagai program perdana, Tjahjo akan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh kepala daerah pekan depan guna memberikan pengarahan terkait kebijakan-kebijakan baru dari Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-Kalla. "Saya hanya punya program satu, yaitu bagaimana caranya minggu depan harus ada pertemuan dengan seluruh gubernur, tidak boleh diwakilkan, bupati dan wali kota tidak boleh diwakilkan, kecuali sakit," katanya. Dalam pertemuan dengan seluruh kepala daerah itu, akan disampaikan pengarahan kebijakan jangka pendek, menengah dan panjang dari Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026